Kunjungan Tim Sorot Kasus News Ke Lapas Kelas IIa Labuhan Ruku

SOROTKASUSNEWS.NET – BATUBARA : Dalam rangka mensosialisasikan berita online www.sorotkasusnews.net dibeberapa Provinsi dan kota di Sumatera, seperti Provinsi Pekanbaru, Bandar Lampung, Padang, Jambi, Batam, bahkan ke bebera kota di Sumatera Utara, seperti Kabupaten Asahan, Batubara, Deliserdang, Binjai dan kota Tebing Tinggi.

F’ Yudha selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) Berita Online Sorot Kasus News yang langsung ikut dalam rangkaian kegiatan mensosialisasikan berita online Sorot Kasus News, menyempatkan diri untuk mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Labuhan Ruku yang berada di kabupaten Batubara..

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Thurman Hutapea menyambut baik kehadiran tim Sorot Kasus News, dengan membawanya mengelilingi komplek Lapas sambil memperlihatkan situasi yang memang benar apa adanya.

” Mungkin Lapas yang ada di Indoensia, Lapas kami ini lah yang paling parah, tetapi dengan tetap semangat, saya bersama teman teman semua disini ingin tetap memberikan yang terbaik bagi mereka (Red-Napi) ” Ucap Hutapea

Hal hal yang terbaik menurut Thurman Hutapea adalah memberikan ruang uadara disekitarnya, dengan mendesain taman lapas yang sedemikian rupa, dengan adanya lahan penghijauan di dalam lapas, sehingga para Narapidana (Napi) bisa lebih nyaman dan merasakan udara yang segar.

“Mereka juga kan manusia, sama seperti kita, butuh kenyamanan, butuh ketenangan, hanya saja mereka dulunya khilaf dan lepas kendali sehingga mereka berada disini saat ini” Candanya.

Selain ruang lingkup yang nyaman, para napi juga mendapatkan bimbingan keagamaan, mental, dan dibimbing untuk dapat berkreatifitas, seperti membuat kerajinan tangan, cindera mata, dan banyak hal lagi yang telah diberikan kepada napi.

“Dengan melakukan bimbingan seperti itu, secara tidak langsung mereka akan berbaur menjadi satu dalam hal segi yang positif, sehingga secara bersamaan tingkat kekeluargaan disini semakin erat antar sesama napi” tambahnya

Standard lapas kelas II Labuhan Ruku berkapasitas sekitar 300 Napi, tetapi yang terjadi saat ini, jumlah napi berkisar 2197, dengan jumlah personil penjagaan hanya 25 0rang, dan pejabat dan bagian administrasi hanya 12 orang.

Dari jumlah yang seharusnya 300 kapasitas bila dibandingkan, dengan jumlah 2197 artinya terjadi over kapasitas yang cukup tingga sebesar 632%, ini berdampak negatif bagi kehidupan para napi di lapas kelas IIA Labuhan ruku.

“Dengan cara memberikan mereka kenyamanan seperti ini lah mereka merasa tidak tertekan, bayangkan saja jika lapas kami ini tidak dibangun ruang untuk udara segar dengan menanami lahan yang ada dengan tanaman tanaman, mungkin mereka 1 hari saja sudah merasa setahun” ucapnya sambil sesekali mengarahkan tim Sorot Kasus News menuju taman lapas yang berada didalam komplek Lapas.

Saat di singgung mengenai situasi yang ada, beliau berharap, agar pihak Kepolisian jangan pernah capek untuk terus mensosialisasikan tentang peraturan hukum yang berlaku dinegara ini, untuk dapat mengurangi tingkat kejahatan. bila perlu pihak kepolisian untuk terus lakukan Cipta Kondisi (Cipkon) untuk memperkecil tingkat dan jumlah kejahatan di negara ini, mengingat kapasitas lapas yang sudah tidak memadai lagi.

“Saya berharap pihak Kepolisian yang cepat capek untuk tetap mensosialisasi tentang aturan hukum dan perundang – undangan di negara kita, bila perlu terus lakukan program CIPKON untuk memperkecil adanya tingkat kejahatan, mengingat kapasitas lapas disini sudah tidak memadai, sudah over kapasitas 632%” Pinta Hutapea.




Tinggalkan Balasan