Agus Trisyana : Pentinganya Pendidikan Untuk Anak Penyandang Status Disabilitas

SOROTKASUSNEWS.NET – KISARAN : Tingkat Pendidikan bagi anak anak disabilitas khususnya dikabupaten Asahan menjadi sorotan publik, pasalnya dikabupaten Asahan sendiri hanya ada tingkatan sekolah luar biasa ( SLB) untuk anak anak disabilitas hanya pada sampai jenjang tingkat Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) saja.

Agus Trisyana yang diketahui aktif dalam kegiatan kemasyarakatan Perempuan Bangsa ikut prihatin terhadap nasib anak anak yang menyandang status Disabilitas (Keterbelakangan)

“Dikabupaten Asahan Sendiri mungikin jumlahnya ada sekitar ratusan anak anak penyandang Disabilitas, nah kita lihat saja sekarang, mereka itu hanya bisa bersekolah hanya sampai jenjang SDLB, setelah tamat, mereka tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa ( SMPLB) ,dikarenakan memang tidak tersedianya fasilitas sekolah di kabupaten Asahan” Ungkap Agus Trsiyana

Agus Trisyana sendiri diketahui aktif dalam berbagai kegiatan seperti memiliki sanggar tata rias pengantin, Dekorasi pengantin, Wedding Organizaer dan seserta berbagai kegiatan lain nya, Beliau juga di ketahui sebagai salah satu Kader terbaik Perempuan Bangsa dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten Asahan.

Foto : Agus Trisyana Berpose Bersama Keluarga Kecilnya

Agus Trisyana yang akrab disapa dengan panggilan Anna tatarias pengantin yang berdomisili di jalan Ranti Siumbut umbut kecamatan Kisaran Timur telah memiliki Suami yang bernama Abdi Yanta Tarigan dan telah dikaruniai tiga orang putri.

Anna yang saat ditemui oleh awak media di kelurahan karang Anyar Gambir Baru Kisaran sedang melakukan pendataan warga miskin dan janda – janda miskin untuk diberikan program pendidikan gratis untuk melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS) sesuai dengan agenda program kerja DPC Kabupaten Asahan.

“Ya, saya bersama tim relawan PKB sedang melakukan pendataan warga miskin, untuk kami berikan program pendidikan gratis bagi mereka yang kurang mampu, yang ingin melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi swasta” sebut Anna.

Program kerja DPC PKB Kabupaten Asahan untuk memberikan bantuan dalam tingkat pendidikan adalah salah satu bukti bahwa pendidikan itu sangat lah perlu bagi generasi muda bangsa untuk meneruskan perjuangan bangsa ini nantinya, sehingga moral generasi bangsa nanti mencerminkan moral yang beretika, berbudaya, serta berahlak.

Kegiatan yang dilakukan Anna bersama rekan – rekan satu partainya murni kegiatan sosial, tidak ada embel embel lain, bahkan program kerja DPC PKB Kabupaten Asahan ini juga berlaku untuk seluruh masyarakat Sumatera Utara.

Foto : Pemberian Vocher Pendidikan Bersubsidi Untuk jenjang Pendidikan Perguran Tinggi Swasta

“Kegiatan ini murni kegiatan sosial yang mengutamakan program pendidikan, tidak ada embel embel lain selain dari itu, bukan karena momen tahun politik, justru untuk kedepannya kami juga akan menyusun program program kerja lainnya yang lebih bermanfaat dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, Bukan janji yang kami berikan, tapi bukti yang kami utamakan” Terangnya.

Ketika disinggung kembali mengenai Anak anak yang memiliki status penyandang disabilitas, Anna terlihat secara spontan berkomentar tentang hal tersebut.

“Coba difikirkan lagi,abangkan seorang wartawan, yang telah banyak melihat, mendengar, bahkan menyaksikan langsung dilapangan, seperti apa nasib mereka jika pemerintah diam dan tak pernah memberikan solusi terhadap mereka (Red-Anak anak Disabilitas) khususnya yang ada di kabupaten Asahan, apa mereka hanya diberikan bekal baca tulis saja, tetapi bekal untuk masa depan mereka tidak pernah difikirkan” Ketus Anna.

Tim Awak media yang saat itu diam sambil mengingat perkataan Anna tentang perhatian pihak Pemerintah terhadap anak anak penyandang status Disabilitas yang ada di Asahan mencoba untuk lebih mencermati obrolan singkat tersebut.

Kabupaten Asahan sendiri hanya mampu menyediakan sarana pendidikan bagi anak anak Disabilitas hanya sampai jenjang Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), setelah itu mereka yang ingin melanjutkan pendidikannya tidak memiliki sarana tempat belajar mengajar bagi mereka, artinya Pemerintah tidak mambu memberikan solusinya.

Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Bupati Asahan H. Taufan Gamma Simatupang hendaknya dapat memberikan solusinya terhadap prasarana bagi anak anak penyandang status Disabilitas dalam hal prasarana fasilitas tempat mereka nantinya untuk melanjutkan jenjang pendidikan sampai pada perguruan tinggi, sehingga perlu di didirkan Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat SMP, SMA Bahkan kalau perlu fasilitas perguruan tinggi bagi mereka.

” Kalau saja Pemerintah Kabupaten Asahan , dapat memberikan fasilitas bagi mereka untuk mendirikan SLB tingkat SMP, SMA, ataupun perguruan tingginya, saya bersama rekan rekan siap menjadi relawan bagi mereka, mungkin dengan bidang dan keahlian yang kami miliki, seperti saya, memiliki bidang di seni, sanggar budaya, ini kan juga ilmu pengetahuan yang bisa menjadi bekal bagi mereka, kalaupun hal ini saya lakukan sendiri, toh juga sama saja, karena kegiatan yang saya lakukan tidak mendapatkan legalitas dari negara, karena tidak pada tempatnya mereka diberikan pendidikan” Ucap Anna.

Jika Pemerintah Kabupaten Asahan nantinya bersedia untuk duduk bersama dengan beberapa para tokoh masyarakat khusunya tokoh masyarakat yang peduli terhadap nasib Anak anak penyandang status Disabilitas, Anna siap untuk membantu berjalan beriringan bersama pemerintah untuk mendukung program pendidikan khususnya anak anak panyandang status Disabilitas, untuk seluruh masyarakat kabupaten Asahan. (Roel/ksrn)




Tinggalkan Balasan