Kepala Sekolah Yayasan Bunaya SMK DA Dilaporkan Ke Poldasu

SOROTKASUSNEWS.NET – MEDAN :Guru Yayasan Bunaya SMK DA Khairunnisa Siregar, melaporkan kepala sekolah nya atas dugaan pengancaman yang dilakukan oleh kepala sekolahnya Hj ESA S melalui pesan singkat Whatsapp (WA) pada tanggal 2 Mei 2018 pukul 11.50 wib.

Tidak sampai disitu, Pada tanggal 1, 3 dan tanggal 6 Mei 2018, Kepala sekolah tersebut juga memberikan pesan pesan melalui WA yang ditujukan kepada Khairunnisa Siregar, dengan mengintimidasi yang menyebutkan kalau jalur hukum yang di tempuh Khairunnisa Siregar hanyalah sia sia, karena hanya akan menjadi lahan duit bagi pihak Kepolisian.

“Dengan membuat laporan sprti ini, Ibu tidak mau nanti Nisa sulit dan akan dijadikan ATM (Red-Diduitkan) pihak Polisi dan orang orang yang memanfaatkan Nisa” terang Nisa yang menirukan perkataan Hj.ESA melalui pesan WA.

Foto ; Khairunnisa Siregar Saat Ditemui Dikantor DPP Republik Corruption Watch (RCW) Sumut

Hasil pengamatan tim awak media, asal muasal perselisihan antara Khairunnisa Siregar dengan Hj. ESA selaku kepala Sekolah Yayasan Bunaya SMK DA diawali dengan pemberhentian sepihak tenaga guru pengajar studi kimia Analitika Khairunnisa Siregar oleh Hj. ESA S Selaku Kepala Sekolah Yayasan Bunaya SMK DA.

Dampak dari pemberhentian sepihak tersebut mengakibatkan terhentinya dana sertifikasi, Dan anehnya keluar  pangkalan data (NIDN) atas nama Khairunnisa Siregar. Padahal korban tidak pernah mengusulkan serta menandatangani surat apapun di kampus STIKes S Medan tersebut, sejak korban mengajar selama 20 tahun.

Kini korban merasa dirugikan sebagai guru yang mulai bekerja sejak tahun 1996 di SMAK DA Medan sampai perubahan nama menjadi Yayasan Bunaya SMK DA Medan.

Sehingga Khairunnisa melaporkan hal tersebut ke Polisi Daerah (Polda) Sumatera Utara dengan nomor laporan No.LP/597/V/2017 SPKT “I”  tanggal  8 Mei 2017. Kemudian berkas laporan limpahan dari Poldasu Nomor B/2944/V/2017/Ditreskrimum tanggal 23 Mei 2017.

Sejak itu lah Kepala Sekolah Yayasan Bunaya SMK DA mengirimkan pesan pesan singkatnya melalui WA nya yang di tujukan kepada Khairunnisa Siregar, hingga sempat dengar kabar korban tertekan dan merasa takut akan keselamatan jiwanya.

Mengingat negara ini negara hukum isi WA tersebut telah melanggar undang undang ITE. Inilah postingan isi WA dari HP Kepsek SMK DA Medan, Hj ESA S ke HP Khairunnisa atau biasa disapa Nisa antara lain:

  • Pada tanggal 1 Mei 2018 sekira Pkl 08.15 WIB : Assalamualaikum Nisa, Apa kabar Ibu minta tolong lah jangan lagi kami di SMK DA diganggu dengan laporan laporan Nisa ke Polisi dan Disdik. Ibu tidak mau nanti Nisa sulit jadi ATM Polisi dan orang orang yang memanfaatkan Nisa. Berusaha dan berdoa aja untuk kedepanya menjadi kita sama – sama terbaik. Jangan saling mengganggu dan menyakiti diri. Ibu yakin Nisa bisa lebih sukses lagi tidak di SMK DA. Ibu minta sekali lagi agar Nisa lebih baik lagi kedepanya tanpa menyinggung dan mengganggu siapa pun jangan sampai Allah murka. Tks
  • Tanggal 02 Mei 2018 Pkl. 11.50 WIB : Nisa jangan lagi kami di SMK DA diganggu dengan laporan2 Nisa yg menjelek2 kan dgn info2 negatif ttg SMK DA ke semua pihak dan orang-orang yang ada hubungan & tau dengan SMK DA Ibu tidak mau nanti Nisa sulit jdi bulan-bulanan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk memanfaatkan Nisa. Berusaha dan berdoa aja untuk kedepan nya menjadi kita sama-sama terbaik, jangan saling mengganggu dan menyakiti diri. Ibu yakin Nisa bisa lebih sukses lagi tidak SMK DA. Ibu berharap agar Nisa lebih baik lagi kedepan nya tanpa menyinggung dan mengganggu siapa pun jgn nnti anak2 ibu bertindak dan ribut dgn Nisa, ibu tidak mau ini terjadi, Tks.
  • Tanggal 03 Mei 2018, Pkl.12.08 WIB : Nisa klu mau mendapatkan uang satu miliar rupiah bukan mengadukan ttg kejelekan SMK Dharma Analitika yg t4 Nisa pernah kerja stlh tamat dari SMAK Depkes dulu. Kenapa Nisa mengadu2 kemana2 ke Kopertis, Polisi, Disdik dll. Apa Nisa menjanjikan 1 miliar itu utk bagi2 ke mrk??? atau utk bayar pengacara Nisa??? Ibu yakin Nisa pasti bisa mendapatkan rezeki yg barokah tanpa berbuat spt itu……
  • Tanggal 06 Mei 2018 Pkl. 19.19 WIB : Nisa coba kita intropeksi diri apakah Nisa uda betul2 bekerja dgn baik dan benar di SMAK /SMK DA sejak Nisa begitu tamat dari SMAK Depkes .. Sehingga sambil bekerja bisa melanjut ke S-1 dan S-2 yang mencuri wktu dgn meninggalkan tugas sbg guru tetap di SMK DA apakah ketidak disiplinan Nisa itu jg Nisa ceritakan ke org2. polisi.disdik.kopertis.jg ke pengacara Nisa… ??? Nisa meninggalkan SMK DA dgn membawa alat2 jg barang barang tanpa permisi ke pihak sekolah??? Apakah itu jg uda Nisa ceritakan kepada mrk .. ??? Bertobatlah Nisa… !!! ? sebelum Allah murka… yg Nisa tuntut 1 M ke pihak sklh bukan jln yg baik otk mencari rejeki yg barokah… Apa maksud Nisa dan komplotan Nisa ini… Apakah mau menghancurkan sklh????? Skrg Nisa udah S – 2 tidak hanya tamatan SMAK. Carilah t4 bekerja yang baru dgn baik. Jika Nisa ulangi lgi tingkahlaku dan pola fikir Nisa yg jelek dan buruk sot wkt Nisa msh bekerja di SMK DA. Tataplah masa depan yg lbh baik. Perbaiki sikap dan pola fikir yang baik. Tanpa menyinggung dan mengganggu siapa2 dna pihak manapun. Ibu yakin Nisa bisa melakukannya dgn baik. tulus. iklas. dan mandiri. Cari jalan terbaik kalau kita mau sukses. Bukan cari alasan dan masalah krn itu sikap org yg gagal selalu mencari alasan dan masalah.

Hingga berita ini dilansir ketua Yayasan dan Kepala Sekolah Yayasan Bunaya SMK DA Medan belum dapat memberikan tanggapan atas pemberitaan ini, terkait kode etik tugas jurnalis yang mengacu pada UU Pokok Pers No. 40 tahun 1999, sebagai penyeimbang berita. (Tim/Skn)

 




Tinggalkan Balasan