Warga Kecamatan Batang Tuaka diHebohkan Masuk Dalam Jerat Babi Milik Giatman Sinaga 

SOROTKASUSNEWS.NET- Warga Inhil di ebohkan dengan ditemukan binatang yang dilindungi jenis beruang hitam dalam kondisi terjerat di parit mogok RT 10 Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka, Inhil – Riau. 

Kapolsek Batang Tuaka, Ipda Andi Ace memenarkan hal tersebut, adanya ditemukan seekor beruang madu di duga berjenis kelamin betina yang masuk kedalam jerat babi milik warga di parit Mogok RT10 Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Inhil, Sabtu (21/7/18) sekira Pukul 07.30 WIB.

Kapolsek menambahkan, adapun saksi-saksi tersebut, Giatman Sinaga (43) warga Jalan Sabtamarga, Teluk Jambe kabupaten Kerawang, Billem (30) warga Jalan Padat Karya RT 17 RW 03 Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka dan Wiro (28). Lanjut Polsek, kronologis kejadian, Kamis (21/7/2018) sekira pukul 06.30 WIB, Giatman Sinaga pemilik jerat melihat jerat babi setiap hari yang telah lama terpasang. Sebulan dengan alat tangkap menggunakan tali nilon dan kayu di pekarangan belakang rumah masyarakat parit Mogok RT 24 RW 03 Desa Sungai Junjangan, Atas nama Bejo.

Selanjutnya, setelah jerat dilihat ternyata ada seekor beruang madu betina yang telah terkena jerat. “Kemudian, Giatman Sinaga pemilik jerat melaporkan kepada Bhabinkamtibmas melalui hp miliknya. Sekira jam 11.00 WIB, bahwa jerat babi yang di pasangnya telah kena terjerat beruang madu,” jelas Kapolsek. 

Di TKP, tambah Polsek, saudara Giatman Sinaga dibantu oleh billem temannya untuk memperbaiki posisi jeratan kaki beruang ke tempat yang lebih aman. Selanjutnya Bhabinkamtibmas memberitahukan kepada Kapolsek Batang Tuaka dan langsung brangkat ke TKP.

“Begitu dapat laporan lansung kita menghubungi Unit Tipiter (tindak Pidana Tertentu ) Polres Inhil. Kemudian, juga menghubungi pihak BKSDA Provinsi Riau dan dari hasil kordinasi dengan pihak BKSDA bahwa untuk tenaga ahli yang akan melakukan evakuasi terhadap beruang yang terjerat,” paparnya Kapolsek Ipda Andi Aceh.

Lanjut Polsek, saat ini Personil BKSDA tersebut masih berada di Kabupaten Bengkalis, dan hari Senin baru bisa merapat ke Tembilahan, sehingga sampai saat ini beruang yang terjerat tersebut belum bisa di evakuasi.

 “Tindakan yang dilakukan sebagai berikut, mendatangi TKP, menghimbau kepada warga agar tidak mendekat ke TKP beruang terjerat, menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kekerasan terhadap beruang madu tersebut,” pungkasnya.(Mudrikah)




Tinggalkan Balasan