11 Pasangan Bukan Muhrimnya Terjaring Razia Pekat Satpol PP Kisaran

SOROTKASUSNEWS.NET – KISARAN : Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) yang bekerja sama dengan jajaran Satuan Polisi Resor (Polres) Asahan, yang juga dibantu oleh jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0208 Kabupaten Asahan lakukan razia gabungan memberantas penyakit masyarakat (Pekat) di wilayah hukum kabupaten Asahan, (11/8) malam tadi.

Kepala Bidang (Kabid) Trantib Satpol PP Kabupaten Asahan, Rosmita mengatakan Razia ini digelar untuk menciptakan visi dan misi Kabupaten Asahan menuju Asahan Bersih dan Religius.

“Razia ini nantinya akan digelar secara rutin, sehingga kota kisaran bebas dan bersih dari praktek praktek prostitusi, Judi, Narkoba, yang selama ini telah kami terima laporannya dari masyarakat” Ungkap Rosmita pada awak media.

Dari hasil operasi yang digelar oleh Satpol PP Kabupaten Asahan dibeberapa tempat yang sudah menjadi target operasi, berhasil mengaman kan 11 Pasangan mesum yang bukan muhrimnya, dan empat orang yang tidak memiliki identitas turut diamankan.

“11 pasangan yang bukan suami istri kita aman kan dari beberapa hotel yang berada di jalan Cipto, Jalan Imam Bonjol, dan hotel yang berada di jalan bhakti, Dan kini telah kita serahkan kepada Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan dan pembinaan” terang Rosmita.

Selain hotel – hotel yang dianggap rawan dalam kegiatan prostitusi, Satuan Polisi Pamong Praja juga melakukan kegiatan menyisir tempat – tempat kos yang disinyalir adanya kegiatan Kumpul kebo (Tinggal Bersama tanpa Ikatan Nikah ) yang berada di jalan lintas Sumatera kota Kisaran.

Bupati Asahan, H. Taufan Gama Simatupang, selaku Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan harus terus menekankan kepada bawahan nya khususnya Dinas terkait untuk terus melakukan pengawasan terhadap Pengelola atau pun pengusaha dibidang perhotelan di Kabupaten Asahan, untuk bisa bekerja sama mewujudkan visi dan misi kabupaten Asahan menjadi Asahan yang Bersih dan Religius.

Hasil pantauan Awak media Sorot Kasus News Dilapangan, banyak hotel – hotel berkelas melati yang diduga rawan terhadap perizinannya, sehingga besar kemungkinan akan adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Perhotelan.

Dengan lemahnya pengawasan yang dilakukan, bisa saja pihak pengelola hotel hanya mencari keuntungan sepihak, tetapi tidak mengikuti peraturan daerah (Perda) yang berlaku, sehingga kota Kisaran nantinya akan bermunculan hotel – hotel kelas melati yang lainnya sebagai sarana dan tempat kegiatan prostitusi. (Iroel_Ksrn)

 

 




Tinggalkan Balasan