Fery Yudha : Pendidikan Adalah Masa Depan Bangsa

SOROTKASUSNEWS.NET-KISARAN : Seyogianya pendidikan diartikan sebagai usaha untuk mendidik manusia sehingga dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yaitu bermanfaat bagi dirinya, bagi sesama, bagi alam semesta beserta segenap isi dan peradabannya.

Dari pendidikan ini maka diharapkan juga setiap lulusan pendidikan yang dihasilkan itu dapat menjadi manusia seutuhnya sebagaimana dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 (UU Sisdiknas) yaitu menjadi manusia yang beriman dan bertwaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Namun melihat realitas yang ada saat ini sepertinya telah banyak yang berubah. Apa yang menjadi tujuan pendidikan itu sudah banyak yang meleset jauh dari apa yang diharapkan.

Lihat saja betapa banyaknya generasi muda kita yang terjerat dengan persoalan-persoalan serius yang mengantarkan mereka pada jurang kehancuran. Salah satunya misalnya kasus Narkoba yang banyak melibatkan generasi muda kita.

Belum lagi jika ditambah dengan kasus perkelahian atau tawuran yang juga kerap melibatkan generasi muda kita khususnya dikalangan pelajar rasanya semakin menyesakkan hati, Dari ketiga persoalan ini sepertinya sudah cukup untuk menjadi bahan perenungan bagi kita semua dan kembali melihat dengan jernih apa yang menyebabkan sehingga itu semua bisa terjadi. Karena sangat disayangkan jika generasi muda kita terus menerus terlibat dalam persoalan-persoalan seperti itu, akan jadi apa nanti bangsa dan negara kita ini.

Ferry Yudha putra daerah Kisaran, yang akrab disapa Mas Yudha diketahui aktive dalam peran kontrol sosial terhadap masyarakat yang memiliki kegiatan dibidang kejurnalisan turut peduli terhadap generasi bangsa dalam menjalankan roda kemerdekaan bangsa.

Hal ini diungkapkannya Yudha saat berada di kantor redaksi berita online sorot kasus news yang berada di jalan Menteng Raya No.389 Medan (14/8)

“Saya sebagai putra daerah kisaran, yang dibesarkan di kisaran, dan mengikuti pendidikan dari mulai Sekolah Dasar sampai jenjang perguruan tinggi juga di kisaran, hanya lahirnya saja saya di Medan, Sehingga timbul niat saya untuk peduli terhadap dunia pendidikan di kota Kisaran” Ungkap Yudha dengan ciri khasnya dengan menyapa istilah Cuy (Red-Bahasa sehari – hari) kepada tim nya.

Yudha juga mengatakan keinginannya itu semata mata bukan karena ada kepentingan lain yang di tunggangi oleh sekelompok kepentingan tertentu.

Hal ini dibuktikan yudha dengan mengajak kerjasama kampus perguruan tinggi Akademi informatika komputer (Amik) Intelcom Global Indo untuk ikut berperan dalam menunjang pendidikan bagi generasi muda bangsa, khususnya warga kisaran.

“Sebagai Alumni Amik Intelcom Global Indo, saya telah berbicara dengan pihak Kampus untuk dapat mendukung wacana ini, dan alhamdulilah Dr.Syamsuddin Lubis, ST, SE, MM Selaku Direktur Kampus mengaminkan niat baik saya, dan menyambutnya dengan cukup hangat” Tambah Yudha

Ditempat terpisah Dr. Syamsuddin Lubis ST, SE,MM yang juga diketahui sebagai tokoh pendidikan di kabupaten Asahan mengatakan kalau wacana yang akan dilakukan oleh yudha sangat memberi nilai positive bagi kampus, selain mengembalikan nilai kepercayaan bagi masyarakat, juga dapat memberikan dukungan yang terbaik dalam dunia pendidikan.

“Beliau ada mengajukan permohonan kerja sama dengan kampus kita, beliau juga alumni kita TA 2003 – 2006 dengan IP 3.00, ya termaksud mahasiswa yang berprestasilah di kampus kita, sejak masih kuliah beliau sudah terlihat aktif di berbagai kegiatan, pernah juga beliau mendirikan usaha di bidang event organizer, sehingga dengan tawaran yang beliau ajukan ke kampus untuk turut mendukung kegiatan sosialisasi dalam bidang pendidikan saya sangat setuju dan ikut mendukung penuh” Ucap Direktur Amik Intelcom Global Indo yang akrap di panggil Pak Syam.

Kegiatan sosialisasi yang akan dilakukan nantinya berupa pemberian biaya subsidi sebesar Rp. 2 Juta Rupiah untuk masing Рmasing peserta didik dari kalangan keluarga yang tidak mampu, dan gratis biaya pendidikan selama 3 tahun untuk peserta didik  yatim piatu yang dianggap kurang mampu.

“Kegiatan ini akan dilakukan pada bulan september s/d oktober 2018, dan sekali lagi ini murni kegiatan sosialisasi dan bentuk kepedulian Tim Berita Online Sorot Kasus News terhadap Dunia Pendidikan di kabupaten Asahan, bukan kegiatan yang berbau Politik, makanya saya lakukan di bulan depan, bukan di saat kampanye pesta demokrasi menuju kursi DPRD, bahkan dalam waktu dekat ini saya akan berkordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Lurah, Bahkan Sampai kepala Lingkungan, untuk mendata warga yang kurang mampu yang ingin mendapatkan biaya subsidi pendidikan ke jenjang perguruan tinggi” Terang yudha.

Diketahui juga kalau Yudha yang saat ini banyak menekuni kegiatan yang berhubungan dengan kemasyarakatan, seperti diadakan nya layanan posko posko pengaduan masyarakat terhadap kibijakan pelayanan publik yang tersebar di wilayah Sumatera Utara, Pekanbaru, Padang, Jambi, Batam, Palembang, Dan Lampung, yang bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat yang nantinya di kelola menjadi sumber informasi berita online sorot kasus news.

Di Kabupaten Asahan Sendiri, Posko Posko tersebut sudah beredar di 7 Titik Kecamatan, dan di kabupaten Batubara ada sekitar 11 Posko, di Tanjung Balai Asahan ada 5 Posko. Deliserdang 3 Posko, Tebing tinggi 3 Posko, Serdang Bedagai 1 Posko, Langkat 3 Posko, dan Tanah karo 1 Posko.

“Sebagai pekerja Pers, dan sebagai penyambung lidah rakyat, yang meliputi fungsi tugas kejurnalisan yang diatur dalam UU Pokok Pers No.40, ini adalah tugas mulia yang harus kita emban bersama, dan juga sebagai fungsional kontrol sosial bagi pejabat publik, ya bisa dikatakanlah kebebasan Pers adalah kemerdekaan rakyat, itu intinya Cuy” Sebut yudha di ruang kerjanya.

Satu persatu akan kita kupas, seperti slogan berita online sorot kasus news, mengupas tuntas sesuai fakta, dan saat ini sebagai putra daerah yang di besarkan di kota kisaran, Yudha masih berkonsentrasi untuk melihat dunia pendidikan, dan bukan hanya ini saja rencananya yang akan ia lihat, tetapi dunia kesehatan juga masih perlu diperhatikan, terutama bagi warga yang kurang mampu, ini nantinya akan di bantu untuk pembuatan kartu keanggotaan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Baik itu BPJS Iuran maupun Non Iuran, serta program Jaminan Persalinan (Jampersal) yang di peruntukan bagi warga yang tidak mampu yang juga menjadi perhatian yudha nantinya.

“Saat ini kita masih fokus dengan dunia pendidikan dulu, selain ada sponsor yang mendukung rencana ini dari pihak Kampus Amik Intelcom Global Indo, untuk membantu generasi muda bangsa dalam menuntut ilmu, juga seiring berjalan membantu mempromosikan kampus, ya saling memberikan keuntungan lah cuy, warga di untungkan, pihak kampus juga di untungkan” Canda yudha yang sesekali melepas senyum khas nya kepada awak media.

Bayangkan saja jika sebagian daari generasi muda bangsa putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, besar kemungkinan sisa sisa dari kemerdekaan bangsa ini tidak dapat diteruskan oleh generasi muda, karena generasi muda bangsa ini tidak dibekali oleh ilmu pengetahuan yang cukup. (Iroel/Skn)




Tinggalkan Balasan