Terungkap Dalam Persidangan, Keberadaan PT Samantaka Batu Bara Tidak Ada Kontribusi Buat Masyarakat

SOROTKASUSNEWS.NET-Mustapa warga Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, saksi yang dihadirkan oleh pihak penggugat memberikan keterangan dalam persidangan bahwa keberadaan PT Samantaka Batu Bara tidak memberikan kontribusi terhadap masyarakat setempat.

Keterangan tersebut disampaikan Mustapa saat dalam sidang lanjutan Perdata gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap PT Samantaka Batu Batu (SBB) selaku tergugat dari Dody Fernando SH.MH selaku kuasa hukum dari Idris selaku penggugat yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rengat, Selasa (28/8) kemarin.

Mustapa yang didampingi saksi lainnya mengatakan bahwa semenjak hadirnya PT SBB yang melakukan penambangan batu bara di Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap itu tidak bermamfaat bagi masyarakat setempat, “terangnya saat menjawab pertanyaan dari Dody Fernando SH.MH.

Bayangkan saja, “terangnya lagi, sebelum PT SBB hadir di desa kami, aliran sungai Kimpur itu mengalir lancar seperti biasanya. Tapi, karena tumpukan tanah galian batu bara milik PT SBB itu membuat aliran sungai Kimpur terbendung mengakibatkan lahan kebun sawit milik pak Idris dan warga lainnya tergenang air.

“Memang pernah lahan milik beberapa warga diukur oleh pihak perusahaan mau ganti rugi.Tapi, hingga kini belum ada ganti rugi yang dijanjikan pihak perusahan,”pungkasnya.

Sementara itu saksi lainya, Dede juga mengatakan hal yang sama dalam sidang lanjutan. Bahwa PT SBB tidak pernah melakukan sosialisasi sebelumnya kepada warga.

“Setahu saya, dari dulu sebelum PT SBB datang, aliran sungai Kimpur mengalir seperti biasannya. Bahkan warga jadikan sebagai tempat memancing mencari ikan”, ujar Dede

“Dari dulu aliran sungai Kimpur sebagai tempat kami memancing mencari ikan, “sebutnya di hadapan Ketua Majelis menjawab pertanyaan Viktor SH kuasa hukum PT SBB.

Sebelumnya, Dodi Fernando SH. MH selaku kuasa hukum dari Idris pemilik lahan kebun sawit telah meregistrasi gugatan Perdata PMH ke kantor PN Rengat nomor : 12/Pdt.6/2018 PN Rgt, tanggal 30 April 2018.

Sidang lanjutan dengan agenda mendengar keterangan saksi yang digelar PN Rengat ini dipimpin langsung oleh Ketua PN Rengat, Darmo Indo Damanik, SH. M.Kn sekaligus sebagai Ketua Majelis didampingi dua Anggota Majelis lainnya yakni, Omori Rotama Sitorus, SH.MH dan Maharani Debora Manullang, SH.MH. Dan sidang dilanjutkan pada hari senin depan tanggal (1/9/2018).”(Skn/Riau )




Tinggalkan Balasan