Gudang Pengelolahaan Kayu Milik ” Bujang ” Di Desa Banjar Balam Lirik Tak Tersentuh Hukum

SOROTKASUSNEWS.NET-Maraknya gudang kayu illegal di Kabupaten Inhu yang tidak tersentuh penegak hukum. Seperti halnya tempat pengelolahan kayu atau somel di Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik yang diduga milik Bujang warga setempat.

Hal ini terkesan adanya pembiaran dari dinas kehutaan dan kepolisian yang tidak profesional menindak dan melakukan penertiban terhadap para perambah hutan dan pemilik gudang kayu serta somel ilegal.

Sudah jelas hasil kayu yang di peroleh untuk memenuhi somel atau gudang,kebanyakan dari hasil rambahan dari hutan lindung dan hutan konservasi yang di perdangangkan atau di mamfaatkan.

Perambahan hutan tersebut kian menjamur sampai saat ini tidak tersentuh aparat penegak hukum. Dinas Kehutaan.

Dinas KP2K, Polhut,KSDA dan Kepolisian,justru para perambah hutan dengan leluasa memanfaatkan hasil hutan dengan melakukan penebangan secara liar dengan tidak mendapatkan sanksi dari instansi penanggung jawab.

Banyak dugaan adanya kerjasama antara perambah hutan dengan pengawas sehingga terjadi pembiaran.

Di dalam UU 41 Tahun 1999 pasal 50 ayat(3) huruf e) setiap orang di larang menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat yang berwenang.
Ayat(3)huruf f) menerima ,membeli atau menjual ,menerima tukar ,menerima titipan atau memiliki hasil hutan yang di ketahui atau patut di duga berasal dari kawasan hutan yang di ambil atau di pungut secara tidak sah dapat di jerat hukum.”tutur Edy warga Inhu.

“Kuat dugaan antara pemilik somel, gudang kayu(panglong) dan aparat pebegak hukum ada main mata sehingga tidak pernah di lakukan penertiban”, sambung Edy

“Para perambah hutan ,dan pemilik somel dan gudang kayu ilegal patutnya dapat di jerat dengan sanksi undang-undang 41 Tahun 1999 dengan ancaman kurungan pidana kurungan maksimal 10 tahun penjara.”pungkasnya.”(Skn/Riau )




Tinggalkan Balasan