Perusahaan Gojek Gelar Diskusi Tangapan Keluhan Mitra Driver Gojek Dan Terapkan Program Baru

SOROTKASUSNEWS.NET-Salah satu Driver Gojek,Ferry Gunawan adalah contoh mitra Gojek yang cukup sukses. Bapak 3 anak ini rela melepas pekerjaan lamanya sebagai karyawan di salah satu perusahaan kertas di Muara Sabak, dan menjadi Mitra GO-CAR saat layanan ini diluncurkan pada tahun 2017 lalu di kota Jambi.

Menjadi salah satu mitra GO-CAR pertama di wilayah Jambi menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ferry. Kebanggaannya pun bertambah saat mengetahui banyak penumpang yang loyal dengan GO-CAR dan mendapat kesan positif dari pelayanan para driver.

Ferry masih menaruh harapan besar kepada keberadaan GO-JEK di Jambi, khususnya pada layanan GO-CAR . Apalagi menurutnya potensi konsumen di Jambi masih sangat besar.

Dia pun tidak setuju bila ada driver yang menggunakan cara-cara tidak benar dalam menarik penumpang dan menilai hal tersebut justru merugikan para driver sendiri karena menghambat kemajuan perusahaan tempat mereka bernaung.

Demikian halnya dengan Orba Suyoto.Awal Januari 2017, Orba mendapatkan kabar bahwa GO-JEK mulai beroperasi di kota Jambi. Berbekal keyakinan bahwa seluruh manusia itu memiliki kemampuan untuk maju ketika diberikan kesempatan.

Orba pun memutuskan untuk bergabung menjadi mitra GO-RIDE, bahkan Orba aktif menggunakan beragam akses kemudahan yang GO-JEK berikan melalui Program Swadaya.

Orba Suyoto adalah satu dari sekian banyak mitra GO-JEK di Jambi yang mulai merasakan manfaat program Swadaya yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu di Kota Jambi.

Baginya, mimpi pergi umroh ke Tanah Suci kini menjadi mungkin untuk diwujudkan melalui program Tabungan Umroh yang diselenggarakan GO-JEK bersama dengan BNI Syariah.

Tak hanya itu, Orba juga mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan dan Pasar Polis yang diyakininya dapat memberi rasa aman bagi dirinya dan keluarga. Apalagi pengalaman di PHK di masa lalu membuat Orba merasa perlu mendapat perlindungan jangka panjang untuknya dan keluarga.

Motivasi dan semangat dalam mencari nafkah menjadi alasan utama Orba untuk secara aktif mengikuti program Swadaya. Ia merasa tertolong dengan adanya keringanan biaya pulsa dan kuota data yang lebih besar dengan hanya membayar 70 ribu rupiah setiap bulannya
(Meric/Ariono)




Tinggalkan Balasan