DPD Oraski Lampung Minta Kemenhub Serius Dalam Membahas Aturan Pengganti Aturan PM 108

Sorotkasusnews.net – Lampung : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski) meminta pihak pemerintah melalui Kementrian Perhubungan serius dalam membahas aturan pengganti Peraturan Menteri (PM) No.108 Tahun 2017.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD Oraski Lampung Asep Hermanto disela sela kegiatan rutin Oraski yang setiap minggunya berkumpul sesama anggotanya yang juga diketahui beraktivitas sebagai pelaku jasa transportasi yang berbasiskan aplikasi dari aplikator Grab dan Gojeck di Bandar Lampung.

Poin poin yang di harapkan adalah agar pihak pemerintah terus mengawasi pihak pihak aplikator dalam menjalankan roda bisnisnya, terutama dalam skema tarif yang harus seimbang dengan keadaan dan situasi yang ada di setiap masing – masing kota.

Beliau juga berharap agar nantinya para mitra pengemudi baik itu dari kalangan sepeda motor maupun mobil mendapatkan tarif yang sesuai sehingga tidak terkesan menjadi sapi perah pihak aplikator dalam menjalankan bisnis dibidang transportasi yang berbasiskan aplikasi.

“Harus ada tarif batas bawah dan batas atas, agar nantinya para mitra pengemudi dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, apa lagi saat ini skema insentif sudah benar benar sangat memperhatikan, dengan target poin yang tinggi dan hasil yang tidak sesuai” Ucap Asep Hermanto.

Kalau diingat Saat pertama kali pihak aplikator beroperasi di Lampung  memberikan bonus atau insetif yang sangat menggiurkan dengan 12 trip Gojek memberikan insentif berkisar  300 ribu sedangkan untuk Grab Rp500 ribu, hal ini membuat mereka rela meninggalkan pekerjaan lama.

“Saat ini jangan kan untuk membayar cicilan mobil, untukkebutuhan hidup saja susah, ditambah lagi banyaknya driver, sehingga akan berdampak pada kesenjangan antara sesama driver, seperti adanya kegiatan curang yang dilakukan oleh beberapa oknum driver dengan melakukan orderan fiktip” Tambahnya.

Saat ini aplikator terkesan menjadikan mitra layaknya sapi perah. Gojek menaikan target poin menjadi 15 trip dengan insentif 180 ribu sedangkan Grab 15 trip Rp160 ribu.

Dengan adanya pencabutan PM 108 tahun 2017 dan akan keluar peraturan yang akan dibuat khusus nantinya untuk transportasi yang berbasiskan aplikasi (During) DPD Oraski Provinsi Bandar Lampung meminta agar pihak pemerintahan juga memasukan poin poin khusus tentang aturan skema, baik itu skema insentif maupun skema poin yang sewajarnya. (Dandhy /Skn)

 




Tinggalkan Balasan