PBH PERADI Pekanbaru Dampingi Anak Tuna Rungu Yang Di duga Di sekap Dan Di perkosa OTK

SOROTKASUSNEWS.NET-PBH PERADI Pekanbaru siap mendampingi keluarga Mawar (16), ABG tuna rungu yang di duga telah di sekap dan di perkosa oleh OTK.Pihak PBH Peradi telah menerima surat kuasa dari Suriadi selaku orang tua Mawar.

Keluarga Mawar Di Kantor PBH Peradi Pekanbaru


Seperti di beritakan sebelumnya, Mawar adalah gadis ABG tuna rungu,awalnya tidak pulang selama 4 hari dan di nyatakan hilangkan oleh keluarganya hingga akhirnya pihak keluarga melaporkannya ke polsek Tenayan Raya pada hari Selasa tanggal 21 Agustus 2018.

Hingga akhirnya Mawar beberapa waktu kemudian di antar oleh seorang wanita ke rumahnya.Akhirnya dengan di dampingi guru SLB nya Mawar menceritakan kronologis selama ia hilang. Ia di sekap di rumah kosong selama 4 hari dan di duga telah di perkosa oleh laki-laki tak di kenal.Hingga akhirnya pada tanggal 21 September 2018, keluarga Mawar melaporkan kasus ini ke Polresta Pekanbaru.

Demi untuk mendapatkan dan memperjuangkan hak hukum anaknya, Suriadi orang tua Mawar pun dengan di dampingi oleh seorang aktivis hukum, Saparudin Koto, akhirnya keluarga mendatangi Kantor PBH Peradi Pekanbaru.

Sementara itu di tempat yang sama, PBH Peradi di wakili oleh Joki Mardison,S.H mengungkapkan bahwa ia telah di tunjuk oleh PBH pusat Peradi untuk mendampingi Mawar.

“Kami akan bekerja seoptimal mungkin untuk mendampingi Mawar hingga pelakunya tertangkap.Ini kasus yang serius dan harus tuntas”, ujar Joki

“Sesuai dengan ketentuan UU maka pihak kepolisian harus bertindak apabila di dapat 2 alat bukti yang membuktikan terlapor,karena tindak pidana ini perlakuannya khusus karena Mawar masih di bawah umur, baru berumur 16 tahun dan tuna rungu”, ungkap Joki

Joki menambahkan bahwa sesuai dengan ketentuan UU No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Juga sesuai pasal 290 KUHP,Pelaku pencabulan anak di ancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. Apabila ketemu unsur perkosaan maka di jerat dengan pasal 76 jo pasal 81 UU No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU perlindungan anak , dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun”, terang Joki

“Untuk itu kami berharap,pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini sehingga korban dapat memperoleh keadilan dan hak hukumnya.Kami percaya Polresta Pekanbaru akan cepat mengungkap kasus ini”, harap Joki. (Liza)




Tinggalkan Balasan