Lawyer Joki Mardison Dampingi Keluarga Korban Tabrakan Maut Di Langgam

SOROTKASUSNEWS.NET-Takut dan cemas akan adanya intervensi dan intimidasi dari pihak-pihak tertentu.Pihak keluarga korban yang diwakili Juliadi akhirnya mendatangi kantor lawyer Joki Mardison & Associates untuk melakukan konsultasi dan menguasakan mediasi untuk perdamaian dengan pelaku tabrakan maut tersebut.
tamoxifen hair loss treatment
Juliadi kepada awak media ini mengungkapkan bahwa kedatangannya ke kantor lawyer Joki Mardison ini untuk konsultasi dan memberikan kuasa kepada lawyer Joki Mardison untuk mendampingi pihak keluarga korban. Upaya perdamaian akan di lakukan di polres Pelalawan.

“Kami dari pihak keluarga korban kwatir dan menduga aka adanya upaya intervensi dan intimidasi dari pihak polres karena kami tahu ada keluarga pelaku penabrak bertugas di sana”, ungkap Juliadi

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban menerangkan bahwa kasus ini adalah kasus
tabrakan maut yang terjadi di jalan Segati Km.50 kecamatan Langgam kabupaten Pelalawan.

Kecelakaan maut ini terjadi pada hari Selasa,tanggal 21 Agustus 2018 lalu.Pelaku tabrakan maut yang di lakukan oleh Elia Indriani Harefa (20) ini merenggut nyawa 2 anak usia 7 dan 5 tahun yakni Alvino (7) dan Safa Amelia (5) serta menyebabkan Fitri Widiati (8) mengalami luka serius,Fitri kehilangan kaki kirinya dan mengalami luka parah pada kaki kanan,perut dan paha.Sementara itu Nur Aminah (30) mengalami cacat pada muka dan kaki.

“Hingga kini upaya mediasi perdamaian masih belum berhasil dikarena masalah tempat mediasinya yang di nilai berpotensi intervensi dan intimidasi”, tutur Joki

Joki Mardison menjelaskan bahwa sesuai pasal 235 UU No.22 tentang LLAJ menentukan bahwa jika korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas baik ringan, sedang maupun berat, pihak yang menyebabkan kecelakaan wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan atau biaya pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan pidananya.

a�?Jadi dalam UU sudah jelas, ada tuntutan pidananya.Sementara itu pada pada pasal 236 ayat 2 UU No.22 menyebutkan bahwa kewajiban ganti rugi itu dapat di lakukan di luar pengadilan jika terjadi kesepakatan damai diantara pihak yang terlibat. Untuk itu kami akan dampingi pihak korban untuk mendapatkan hak hukumnya dan keadilana�?, ujar Joki (Liza)




Tinggalkan Balasan