Sungguh Tragis Nasib Korban Tabrakan Di Langgam,Hampir 2 Bulan Belum Ada Perdamaian

Sungguh Tragis Nasib Korban Tabrakan Di Langgam,Hampir 2 Bulan Belum Ada Perdamaian

SOROTKASUSNEWS.NET-Sudah hampir 2 bulan sejak kejadian kecelakaan yang di alami 4 orang korban di Jalan Segati Km 50 kecamatan Langgam, kabupaten Pelalawan. Seperti di ketahui sebelumnya,Selasa (21/08/18) terjadi kecelakaan yang menyebabkan 3 orang anak-anak dan 1 dewasa menjadi korban .

Dua diantaranya meninggal dunia yakni Alvino Prasetiyo (7) dan Safa Amelia (5).Sedangkan Fitri Widiati (8) mengalami luka serius,Fitri kehilangan kaki kirinya dan mengalami luka parah pada kaki kanan,perut dan paha.Sementara itu Nur Aminah (30) mengalami cacat pada muka dan kaki.

Kecelakaan ini di akibatkan oleh pelaku pengendara mobil bernama Elia Indriani Harefa (20).Diketahui Elia tidak memiliki SIM dan merupakan anak Apreanus Harefa, seorang pengusaha di Langgam. Sejak kejadian, perkara kecelakaan ini sudah di tangani oleh Polres Pelalawan.

Namun sampai berita ini di rilis, belum ada upaya perdamaian dari pihak pelaku kepada keluarga korban.Demi mencari keadilan, akhirnya pihak keluarga korban di wakili oleh Juliadi (29) mendatangi kantor hukum Joki Mardison & Associates.

Tujuan Juliadi tidak lain untuk meminta pengacara Joki Mardison untuk mendampingi proses hukum di Polres Pelalawan dan memberikan surat kuasa untuk mediasi pada tanggal 2 Oktober 2018.

Namun dari hasil mediasi ini, pihak keluarga korban, Juliadi merasa janggal, karena pihak keluarga pelaku, Andika yang merupakan sepupu pelaku awalnya di undang untuk mediasi pada tanggal 03 Oktober 2018 keberatan melakukan mediasi di kantor Desa Segati,kecamatan Langgam, kabupaten Pelalawan.Andika tetap berkeras untuk mediasi di polres Pelalawan.

Juliadi, perwakilan keluarga korban menuturkan bahwa sebaiknya mediasi di lakukan di kantor desa karena mengingat korban dan pelaku masih berasal satu desa.
“Makanya kami dari pihak korban mengundang pihak pelaku untuk hadir di kantor desa pada tanggal 03 Oktober 2018. Tapi kenapa Andika keluarga pelaku tidak mau dan berkeras harus di polres Pelalawan.Padahal kepala desa sudah bersedia untuk menfasilitator mediasi ini”, ungkap Juliadi

“Kami heran kenapa pihak pelaku, Andika memaksa, mediasi harus di polres. Jika tidak mau maka mediasi batal.Sementara kami dari pihak korban tidak mau dan takut nanti ada intimidasi dari pihak polres, mengingat keluarga pelaku ada yang bertugas di polres Pelalawan”, terang Juliadi

Sementara itu pihak kuasa hukum keluarga korban, Joki Mardison menjelaskan bahwa sesuai pasal 235 UU No.22 tentang LLAJ menentukan bahwa jika korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas baik ringan, sedang maupun berat, pihak yang menyebabkan kecelakaan wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan atau biaya pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan pidananya.

“Jadi dalam UU sudah jelas, ada tuntutan pidananya.Sementara itu pada pada pasal 236 ayat 2 UU No.22 menyebutkan bahwa kewajiban ganti rugi itu dapat di lakukan di luar pengadilan jika terjadi kesepakatan damai diantara pihak yang terlibat. Untuk itu kami akan dampingi pihak korban untuk mendapatkan hak hukumnya dan keadilan”, ujar Joki (Liza)




Tinggalkan Balasan