Judi Berkedok Permainan Anak-Anak di Air Molek Tak Tersentuh Hukum. HIMAPP Tegaskan Demo di Polda Riau

SOROTKASUSNEWS.NET-Bukan menjadi rahasia umum lagi Judi Gelper yang berlindung pada permainan anak-anak yang di Air Molek tepatnya di Kelurahan Sekar Mawar Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu,Hingga sampai saat ini masih menjamur dan tak tersentuh hukum. Hal ini terkesan adanya pembiaran oleh aparat setempat maupun aparat hukum.

Sejumlah pihak yang mewakili masyarakat, termasuk media sebagai kontrol sosial telah acap kali menginformasikan perihal dugaan judi Gelper di Air Molek tersebut namun hingga kini penegak hukum belum melakukan tindakan nyata dengan adanya judi Gelper tersebut.

Selain menjadi ajang perjudian juga tempat ini berpotensi sebagai tempat aman bagi pengguna narkoba.Ini bisa di buktikan dengan adanya dugaan penangkapan inisial DD beberapa pekan lalu yang sedang menggunakan narkotika di dalam gelanggang permainan tepat nya di tingkat atas tersebut.

“Padahal jelas bahwa permainan judi melanggar perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan apa yang tertera dalam KUHP Pasal 303 tentang perjudian”, terang Ilham Permana ketua Paguyuban mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Kecamatan Pasir Penyu (HIMPP).

Sejauh ini perjudian berbentuk Gelper yang diduga telah mewarnai kecamatan Pasir Penyu sebagai kota layak anak sepertinya tidak menemui kendala apapun dari aparat setempat maupun penegak hukum.

“Apabila dalam waktu dekat ini judi gelper tersebut tidak di tutup maka atas nama HIMPP akan gelar aksi demo di Polda Riau”,tegas Ilham salah satu mahasiswa dari UIN SUSKA Pekanbaru.

Kenyataannya seluruh pihak pengelola perjudian tersebut semakin hari kian merajalela.Kita selaku Mahasiswa dan masyarakat pasir penyu kecewa terhadap aparat penegak hukum, bahwa penegak hukum belum tegas dalam memberantas praktik perjudian yang sedang marak di Pasir Penyu sebagai kota layak anak.

“Dengan amannya permainan judi ini sudah dapat diduga bahwa pihak kepolisian di Inhu belum mampu memberantas praktek-pratek perjudian Gelper berkedok permainan anak-anak ini, bahkan ini kita pastikan sebagai bentuk pembiaran terhadap pelaku dan pengelola perjudian tersebut.”sambungnya.

Menurutnya, dari kenyataan yang sedang dipertontonkan oleh para pengelola perjudian maupun oleh penegak hukum, ini akan merusak tatanan dan budaya Melayu di Inhu dan akan menghambat visi misi pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Kota Layak Anak.

“Masyarakat dan pemerintah telah berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Inhu kota layak anak, namun jika begini yang terjadi, dimana praktek perjudian justru dibiarkan tumbuh subur, maka cita-cita rakyat inginkan kabupaten Inhu kota layak anak tidak akan terwujud,” jelasnya.

Selain penegak hukum kita minta anggota DPRD yang berada di dapil 4 dapat segera menindak tegas,jangan hanya duduk enak dikantor dan di rumah saja. Mereka selaku wakil rakyat seharusnya tanggap atas keresahan masyarakat dan bukan diam seperti patung. Mereka di pilih oleh rakyat untuk mewakili menyampaikan keluh kesah masyarakat.

“Kita berharap wakil rakyat dan pihak Kepolisian Polres Inhu serius menindak pengelola yang menyediakan tempat penyakit masyarakat tersebut.”singkatnya.

Hasil invetigasi media ini beberapa waktu lalu pada pukul 11.30 wib, menurut salah seorang penjaga bawah pada tanggal (5/9/2018) judi gelper akan di tutup. Tapi kenytaanya hingga kini judi gelper yang berkedok permainan anak-anak tersebut belum juga ditutup oleh pemilik maupun pihak kepolisian.(Iin)




Tinggalkan Balasan