Idris Menang Lawan PT Samantaka Tambang Batu Bara Perusak Kebunnya

SOROTKASUSNEWS.NET-Perjuangan Idris, warga Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melawan PT Samantaka Batu Bara terjawab melalui putusan yang dibacakan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Rengat pada Senin (5/11/2018).

Idris dimenangkan oleh PN Rengat dengan mengabulkan sebagian dari gugatannya. Pada putusan itu, PT Samantaka dituntut untuk membayar ganti rugi atas tanaman sawit milik Idris yang mati akibat terendam air dan juga diminta untuk mengeringkan kebun Idris yang terendam air.

Idris yang didampingi tiga orang kuasa hukumnya, Dody Fernando, Han Aulia Nasution, dan juga Aryanto mengaku senang atas putusan majelis hakim PN Rengat tersebut.

“Saya mengucapkan Alhamdulillah atas kemenangan ini, karena di Peranap hanya saya sendiri yang berjuang melawan perusahaan tambang batu bara ini,” katanya saat ditemui usai persidangan, Senin (5/11/2018).

Menurutnya,aktifitas tambang batu bara di Kecamatan Peranap mengakibatkan kerugian bagi masyarakat setempat.

Selain kebun kelapa sawitnya yang rusak, namun aktifitas perusahaan juga merusak akses jalan di Peranap. Terkait tanaman sawitnya yang mati, dirinya berkata akan diganti oleh pihak perusahaan.

“Perusahaan juga diminta untuk mengeringkan kebun saya yang sudah terendam air,” kata Idris.

Idris berencana untuk mengolah kembali kebunnya yang sudah terendam air itu.

“Saya berniat untuk memperbaiki kebun saya, mau ditanami lagi,” katanya.

Sementara itu kuasa hukum Idris, Dody Fernando menjelaskan bahwa total kerugian yang harus dibayar oleh PT Samantaka sebanyak Rp 195 juta.

“Kita mengucap syukur Alhamdulillah atas kemenangan ini, perkara yang dimenangkan ini merupakan suatu hal yang penting agar masyarakat jangan mau ditakut-takuti,” kata Dody.

Menurut Dody, selama perjuangan Idris melawan perusahaan tambang batu bara itu banyak provokasi yang diterima oleh kliennya.

“Dulu ada suara sumbang tidak bisa melawan perusahaan, namun sekarang buktinya. Perusahaan itu kalah oleh warga biasa yang tinggal di kampung,” katanya.

Terpisah, kuasa hukum PT Samantaka atas putusan PN Rengat tersebut. Victor, kuasa hukum PT Samantaka menjelaskan pihaknya masih akan mengkonsultasikan putusan itu kepada pihak manajemen PT Samantaka.

“Kita dihukum untuk membayar sebesar Rp 195 juta dan juga dihukum membayar biaya perkara. Sebenarnya (ganti rugi red) lebih murah dari tuntutan mereka, saran saya ke manajemen lebih baik kita terima,” kata Victor. (Iin)




Tinggalkan Balasan