DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN, PERCETAKAN CHERRY JALAN KH.DAHLAN PEKANBARU DI LAPORKAN KE POLISI

SOROTKASUSNEWS.NET-Diduga melakukan penipuan percetakan Cherry Undangan,milik OE yang beralamat di Jalan KH.Ahmad Dahlan,Pekanbaru di laporkan ke polisi.Cherry Undangan di laporkan oleh Rijani (24), warga Jalan Hang Tuah Ujung, Pekanbaru.

Pasalanya menurut Rijani pihak Cherry undangan telah menipu dirinya mulai dari jadwal siapnya undangan sampai ke surat pernyataan pengembalian uang cetak undangan.

Kepada awak media ini, Rijani menceritakan kronologisnya berawal dari pemesanan undangan untuk dirinya.Ia datang ke percetakan Cherry Undangan pada hari Minggu,tanggal 16 September 2018. Setelah melihat berbagai contoh model undangan yang di tawarkan oleh owner Cherry Undangan OE, akhirnya Rijani memilih undangan beludru berwarna kuning dengan harga satuan nya Rp.7000,- per pcs.

Rijani memesan sebanyak 1500 pcs. Sesuai kesepakatan, pihak Cherry Undangan menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan orderan tersebut pada tanggal 20 Oktober 2018 dan pihak Cherry Undangan meminta Dp 70% dari biaya total undangan yang di cetak.

Namun oleh Rijani karna ingin undangan itu cepat di proses maka Rijani membayar penuh pada hari itu juga dengan jumlah pembayaran Rp. 10.500.000,-

Setelah beberapa lama kemudian berjalannya waktu,Rijani selalu menanyakan proses pembuatan undangan tersebut sudah berapa persen siapnya .Namun pihak Cherry Undangan sudah mulai menunjukan gelagat yang kurang baik.

“Setiap saya WA ke owner Cherry Undangan , ownernya sangat lambat respon”, ungkap Rijani

“Hingga akhirnya sampai batas waktu pengambilan yang dijanjikan pada tanggal 20 Oktober 2018. Saya kembali menghubungi pihak Cherry Undangan untuk memberitahu bahwa saya ingin menjemput undangan. Balasan WA dari orang undangan itu mengatakan bahwa undangan saya belum selesai”, ujar Rijani

“Pihak mereka mohon minta waktu kepada saya satu minggu. Akhirnya saya memberikan waktu hanya 4 hari kepada Cherry Undangan. Senin tanggal 29 saya minta undangan saya selesai.Dan mereka menyanggupi “, ujar Rijani

“Hingga akhirnya hari Senin, tanggal 29 Oktober 2018,sekira pukul 15.00 Wib saya dan saudara saya mendatangi Cherry Undangan.Namun owner Cherry Undangan OE tidk berada di tempat.Yang ada hanya karyawan yg baru kerja satu minggu”, tutur Rijani

“Sejak saat itulah pihak percetakan CHERRY UNDANGAN tidak bisa di hubungi. Baik ownernya OE maupun istrinya SIS sulit atau tidak bisa di hubungi”,ujar Rijani

“Bahkan Saya menunggu pasangan suami istri OE dan SIS ini dari pukul 15.00 Wib hingga malam pukul 21.00 Wib.Namun mereka juga tidak ada kabar beritanya”, ujar Rijani.

Merasa di tipu ,Akhirnya Rijani melaporkan kasus ini ke Polsek Sukajadi . Pihak polsek Sukajadi pun dengan sigap langsung bergerak. Dengan di dampingi beberapa anggota Polisi,Rijani kembali ke Cherry Undangan dan menunggu.

Akhirnya sekira pukul 22.30 Wib pihak kepolisian berhasil menemukan SIS istri OE Pemilik percetakan Cherry Undangan. Selanjutnya Polisi membawa SIS ke polsek untuk menanyakan kemana suaminya kenapa tidak bisa di hubungi.

Berdasarkan hasil interogasi pada malam itu SIS istri OE mengatakan bahwa dia juga sedang mencari suaminya karna tidak jumpa dari siang, dengan alasan suaminya tersebut pergi mengurus undangan yang di order Rijani.

“Namun karna saya sudah tidak percaya dengan sikap dan cara kerja Cherry Undangan akhir nya saya meminta uang saya kembali. Dan malam itu SIS menjawab bahwa mereka tidak mempunyai uang untuk pengganti uang saya”, ungkap Rijani

“Karena tidak ada uang,akhir mereka berani ambil keputusan untuk membuat surat perjanjian yg isinya dia berjanji untuk menyelesaikan undangan saya pada tanggal 04 November 2018. Dan tanpa pikir panjang lagi karna saya memang membutuhkan undangan itu dan uang juga sudah saya serahkan maka saya menerima perjanjian mereka untuk menyelesaikan undangan saya pada hari Minggu,tanggal 04 November 2018”, jelas Rijani

“Jika mereka tidak sanggup menyelesaikan nya maka mereka mengembalikan uang saya 100%”,ungkap Rijani.

Namun sayang,hingga sampai sekarang berita ini di rilis undangan Rijanu tidak juga di selesaikan nya.Bahkan Percetakan Cherry Undanganpun merekatutup dan tidak ada sama sekali menghubungi Rijani.

Dalam hal ini Rijani hanya bisa berpasrah dan menyerahkan kasus ini ke polisi. Ia berharap polsek Sukajadi dapat memberikan keadilan dan menegakkan hukum terhadap kasus yang di alaminya.

“Saya akan kejar keadilan bagi saya dan sangat berharap pihak polsek Sukajadi dapat menegakkan hukum dan memproses kasus ini.Agar hal ini tidak terulang lagi dan tidak memakan korban lain lagi.Jika pihak polsek Sukajadi tidak memproses kasus ini maka saya akan laporkan kasus ini ke polresta dan polda Riau. Intinya saya hanya minta keadilan dan penegakan hukum”,ungkap Calon istri Brimob ini kepada awak media sorotkasusnews.net.(Liza)




Tinggalkan Balasan