Jaksa Diminta Segera Tangkap Lima Oknum Kades Terkait Kasus Pungli Prona Di Inhu.

SOROTKASUSNEWS.NET-Terkait Kasus pungutan liar (Pungli) program Proyek Operasi Agraria Nasional (Prona) dan Transmigrasi tahun 2016
yang melibatkan oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat saat ini menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat.

Pasalnya selain oknum pegawai BPN Inhu menurut informasi yang di dapat di lapangan masih banyak lagi yang diduga turut terlibat dalam kasus korupsi pungli tersebut.

Menurut sumber yang dapat di percaya yang tak mau di sebutkan namanya,Dalam kasus korupsi Pungli program proyek prona tahun 2016 kuat dugaan turut terlibatnya kades Bukit Lipai (Juriandoko),kades Bukit Lingkar( Siman) Kades Talang Bersemi( joko wahyudi), Kades Talang Mulia(solehan), dan Kades Kerubung jaya (nurdin) dan keterlibatan kelima oknum kades tersebut memiliki dasar yang kuat.

Pertama, Yang minta uang kepada masyarakat tentunya adalah Kades. Karena, selama ini Apabila ada program atau kegiatan pemerintah, kades yang menyampaikan kepada masyarakat.

Lalu kades dan pegawainya mengarang informasi kepada masyarakat bawah Program atau kegiatan gratis tersebut harus membayar.

“Biasanya Kades dan oknum pegawai minta uang dengan modus untuk biaya uang ukur. Beli minyak dan Makan mereka. Maka kasus korupsi pungli program proyek Prona kuat keterlibatnya lima kades tersebut.”terangnya.

Untuk mencegah agar tidak menghilangkan barang bukti Kejari Rengat diminta segera tangkap lima oknum kades yang diduga turut terlibat program Proyek Prona tersebut.

Turut terlibat,apa tidaknya kelima kades jelas Jaksa lebih tahu. Tapi, dari pandangan masyarakat dalam kasus korupsi Pungli proyek Program Prona tidak hanya 1 orang oknum pegawai BPN Inhu inisial SMA (57) saja. Pasti ada yang lain juga turut terlibat, diantaranya lima kades dan oknum pegawai BPN Inhu lainnya.” Singkat sumber terpercaya tersebut.

“Menyikapi perihal kasus Pungli Program Proyek Prona tahun 2016, Akvitif LSM TOPAN RI Riau,Jumadi mengatakan Kita berharap kejaksaan dapat lebih serius dan sportif dalam menangani kasus pungli program prona tersebut.Karena, dari beberapa sumber yang berhasil kita rangkum informasinya.

“Kuat keterlibatan lima kades yakni kades Bukit Lipai, kades Bukit Lingkar, Kades Talang Bersemi, Kades Talang Mulia dan Kades Kerubung Jaya”,ujar Jumadi

Hingga berita ini di muat Kejari Rengat belum dapat dimintai keterangan sudah sejauh mana dalam penyidikan kasus pungli program prona yang sudah lebih 30 hari ini berjalan. Tim media ini akan terus menggali hingga benar-benar terungkap.(Iin)




Tinggalkan Balasan