Jaksa Di Minta Periksa Penggunaan Anggaran Program RLH dan BSPS Di Desa Sei Parit

SOROTKASUSNEWS.NET-Terkait adanya dugaan penyimpangan program bantuan Rumah Layak Huni (RLH) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Sei Parit Kecamatan Sei Lala Kabupaten Inhu.Riau. Jaksa diminta untuk menyelidiki program tersebut.

Kita minta Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat untuk dapat segera menyelidiki adanya dugaan penyimpangan program RLH dan BSPS yang di danai APBD Inhu dan APBD Provinsi Tahun 2018.” Terang Iwan salah satu anggota LSM di Inhu,Ahad (18/11/2018) di Pematang Reba.

Dugaan penyimpangan yang terjadi pada program RLH dan BSPS di Desa Sei Parit,” Yakni karena diduga menggunakan Suplayer atau kontraktor. Setahu kita kegiatan progrm RLH dan BSPS ini tidak di benarkan mengunakan kontraktor dan setahu kita program RLH dan BSPS itu di laksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang di bentuk dan di SK-kan oleh kepala desa atau pihak desa.

Selain penyimpangan karena menggunakan kontraktor saat pelaksanaan. Diduga program RLH dan BSPS ajang politik untuk mencari suara pencalonan anggota DPRD 2019-2024,”sambung Iwan yang juga anggota akfitis LSM di Inhu.

Untuk itu kita minta pihak Kejaksaan dapat segera menyelidiki dan audit agar tidak terjadi kerugian negara lebih besar lagi,”pungkasnya.

” Sebelumnya seorang warga Desa Sei Parit yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, Program RLH sebanyak lebih kurang 9 unit.Tiga unit di dusun kilo empat dan dusun pemekaran enam unit dan per unitnya Rp 55 juta.

Sementara itu program BSPS banyak yang tidak tepat sasaran. Diduga yang mendapatkan program BSPS adalah rata-rata orang yang mampu, bukan sebagaimana program pemerintah bahwa program RLH dan BSPS untuk orang yang tidak mampu dan untuk program BSPS satu unitnya Rp 15 juta.”(Heri Rz)




Tinggalkan Balasan