Kasus Pungli Prona Akan Segera di Sidangkan,Kades yang di Duga ikut terlibat Akan di jadikan Saksi.

SOROTKASUSNEWS.NET-Kasus korupsi pungutan liar (Pungli) program Prona (Proyek Operasi Agraria Nasional) tahun 2016 dengan tersangka berinisial, SMA (57), kepala seksi pada kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) Inhu,Riau dalam waktu dekat ini akan segera di limpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

” Dalam waktu dekat kasus korupsi pungli prona di BPN Inhu akan segera di limpahkan ke pengadilan tipikor pekanbaru, bisa di awal atau pertengahan bulan Desember ini,”terang Kasi Intel Kejari Inhu Bambang Dwi Saputra SH MH kepada awak media ini,selasa (27/11/2018).

Di tanya masalah ada atau tidak bertambahnya tersangka baru dalam kasus korupsi pungli prona ini, Kasi Intel menjawab Kita akan lihat saja
faktanya dalam persidangan nanti.

“Kalau kita terlalu terburu-buru
Menetapkan tersangka nanti kita yang repot.”jawab kasi Intel Bambang.

“Untuk kasus ini tentunya kades yang di duga ikut terlibat tetap kita jadikan saksi, mengenai adanya asumsi bahwa uang hasil korupsi banyak yang menikmati, itu kan hanya amsumsi sepihak maka kita lihat saja hasilnya dalam persidangan nanti”,Sambung Bambang.

“Perbuatan tersangka ini sesuai fakta yang kita dapatkan di lapangan, bahwa tersangka ini jelas melakukan korupsi pungli prona tahun 2016. Jadi menjelang ada hasil fakta persidangan nantinya.
untuk sementara ini dia lah yang bertanggung jawab dalam perkara ini menjelang ada hasil fakta persidangan nantinya,”pungkas Kasi Intel Kejari Inhu Bambang.

Sementara itu, tersangka berinisial SMA diduga telah melakukan pungli sekitar Rp500 juta lebih.Penetapan tersangka ini di lakukan sejak, 26 Septeber 2018 lalu.

Pungli tersebut dilakukan tersangka di beberapa desa pada tiga kecamatan di Inhu. Yakni, di Kecamatan Batang Cenaku, Seberida dan Kuala Cenaku.

Atas perbuatannya, tersangka SMA dijerat dengan Pasal 12 huruf e jo Pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.Dan atas hal itu, tersangka diancam dengan pidana penjara diatas lima tahun.(Iin)




Tinggalkan Balasan