Tim B Diminta Jeli, Berakhir Masa HGU PTPN V Sei Lala Beberapa Desa Usulkan Pembebasan Lahan Untuk Pasum

SOROTKASUSNEWS.NET-Terhitung bulan Juni 2019 berakhirlah Hak Guna Usaha (HGU) PTPN V Sei Lala Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau. Dengan habisnya HGU tersebut ramai masyarakat mengusulkan pembebasan lahan untuk Fasilitas Umum (Fasum).

Manager PTPN V Sei Lala, H Dwi Karman melalui Air Molek (AMO) I, H Mahmud mengatakan Ada sekitar 9 desa saat ini mengusulkan pembebasan lahan HGU PTPN V Sei Lala untuk Fasum di antaranya Desa Pasar Lala, Desa Kelawat, Desa Sei Parit, Desa Sei Air Putih, Desa Talang Sungai Limau, Dasa Talang Sungai Parit, Desa Lubuk Batu Tinggal. Desa Rimpaian, Desa Pondok Gelugur.

Untuk saat ini yang sudah di bebaskan lebih kurang 2 hetar untuk pemakaman umum masyarakat di desa perkebunan Sei Lala, Lahan lebih kurang seluas 2 hetar itu untuk dua pemakaman, Pemakaman Muslim dan Non muslim.

Di jelaskan H Mahmud, Untuk usulan pembebasan lahan dari beberapa desa yang memutuskan bukan pihak perusahan, Di bebaskan apa tidak nya lahan itu nantinya ada pada Tim B. yakni Pemda Inhu.

Keseluruhan HGU milik PTPN V Sei Lala lebih kurang seluas 7.598, 5 hetar yang terdiri dari tanaman Karet dan tanaman kelapa sawit,

Untuk tanaman karet lebih kurang seluas 2.700 hetar dan kelapa sawit lebih kurang seluas 5000 hetar sampai saat ini masih produksi.

“Mengenai perpanjangan HGU dalam proses pengurusan di BPN Provinsi Pekanbaru”,tegas AMO I, H Mahmud.

Terpisah, Zul masyarakat Pasir Penyu mengatakan, Mengenai usulan pembebasan lahan dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Sei Lala, Kita minta Tim B harus jeli, Apakah benar usulan yang di sampaikan itu benar-benar untuk Fasum. Karena jaman sekarang ini banyak modus yang di sampaikan oleh kepala desa agar mendapatkan lahan tersebut.

Contoh seperti lahan PTPN V Sei Lala yang berada di Desa Kelawat lebih kurang 20 hetar yang dulunya untuk fasum, namun kenyataan di lapangan lahan itu di kapling-kapling.

Kita berharap hal seperti ini jangan sampai terulang kedua kalinya.

“Minta pembebasan lahan dengan alasan gasum, tapi di belakangnya ada niat yang tidak baik”, tegas si Zul

Untuk itu kita berharap Tim B benar-benar jeli sebelum memutuskan sewaktu keputusan yang dapat menimbulkan konflik di kemudian hari.

Selain itu kita berharap Pemerintah daerah dan PTPN V Sei Lala dapat segera selesaikan lahan 20 heter dalam HGU yang sekarang sudah ramai berdiri bangunan rumah warga.(Heri,Rz)




Tinggalkan Balasan