Karyawan PT SRK Yang Mogok Kerja Mulai Dapat Ancaman

SOROTKASUSNEWS.NET-Ratusan karyawan PT Sinar Raksa Kencana (SRK) di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau yang lakukan mogok kerja, Kamis (17/1/2019) mulai dapatkan ancaman dari pihak perusahaan dan koperasi.

” Di bilang sama karyawan bahwa mogok kerja itu tidak resmi, mereka mengancam karyawan apa bila besok tidak berkerja akan diberikan SP, dan apa bila tidak berkerja berturut-turut selama 6 hari maka akan di keluarkan tanpa pesangon.Ancaman ini di sampaikan oleh askep serta semua asisten devisi perusahan dan juga didampingi oleh pengurus koprasi Tani Sawit Mandiri,” terang Rudi menirukan ucapan askep dan asisten yang diduga melakukan ancaman tersebut.

Sementara itu kuasa hukum karyawan, Dody Fernando SH MH saat di hubungi melalui selulernya mengatakan bahwa mogok kerja karyawan itu resmi sesuai UU tentang tenaga kerja.

“Mogok kerja itu harus di beritahukan 7 hari sebelum pelaksanaan dan itu sudah kita beritahukan kepada instansi ketenagakerja yakni Disnaker Inhu dan Polres Inhu dan kita mempunyai bukti tanda terima, Artinya mogok kerja karyawan itu resmi”, ungkap Dody

“Kami menilai pihak perusahan tidak mengerti dengan UU tentang tenagakerja dan menggunakan gaya preman untuk menggertak-gertak karyawan.
Dan perlu di ketahui sekarang ini jamannya hukum dan bukan jaman preman yang gertak-gertak,”pungkas Dody.

Ditempat terpisah,Bendahara Koprasi Tani Sawit Mandiri, Hairul saat dikonfirmasi mengatakan, Saya bukan mengancam, yang mengancam orang itu, maksudnya kami semua tidak ada mengancam.

“Kami hanya menanyakan kepada orang itu, kalau dia stop dari diri dia sendiri, kami tidak memaksa.Kalau dia tidak kerja sampai tiga hari maka akan di SP, itu sudah kesepakatan kami dan kami ini adalah mitra dari PT SRK. Kalau tidak kerja selama 5 hari itu kami anggap mereka mengundurkan diri. dan siapa yang bilang kami ada mengancam”, ungkap Hairul

“Soal Mogok kerja ya itu urusan orang itu dan tuntutan mereka, kami tidak ikut campur dan silahkan ajukan tuntutan, Tapi dengan mogok kerja mereka maka kami sebagai koperasi mitra SRK di rugikan pak”,terang Hairul kepada awak media ini.

“Kami koperasi mitra PT SRK dan tentu kami bertanggung jawab terhadap anggota kami, Dan mogok kerja kemarin itu mungkin kesalahan dari perusahan dan juga kam.
Dan mogok kali ini tidak pada jalurnya, dan apa benar kesalahan perusahan hingga mereka harus mogok kerja. Enak betul mereka, kami yang punya batang sawit tidak dapat duit, nanti gaji orang itu kami bayar juga, kami hanya jelaskan itu dan tidak ada mengancam,”pungkasnya.(Heri,Rz)




Tinggalkan Balasan