Anak Rubinem Minta Kabid Propam Polda Riau Segera Proses Laporan Ibu Nya

SOROTKASUSNEWS.NET-Anak ibu Rubinem “Subianto” berharap Propam Polda Riau dapat segera memproses laporan ibunya pada tanggal 26 Desember 2018.Ibunya melaporkan penyidik Polres Indragiri Hulu terkait tindak pidana pemalsuan Akte Jual Beli (AJB) tanah di jalan jendral Sudirman lintas tengah Desa Air Molek ll Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau.

Subianto menuturkan bahwa Sejak menyampaikan laporan ke Propam Polda Riau pada tanggal 26 Desember 2018 hingga kini lebih kurang hampir 1 bulan, kami dari keluarga sebagai pelapor atau pun terlapor belum ada di mintai keterangan oleh Propam Polda Riau.

“Kalau di hitung dari surat di kirim sudah lebih 15 hari kerja.Seharusnya Propam Polda Riau sudah memberikan penjelasan proses laporan, mau itu melalui lisan atau secara tertulis kepada kami selaku pelapor”,terang Subianto, kepada SorotKasusNews.Net, Rabu (23/1/2019) di Air Molek.

“Kami sebagai orang yang menjadi korban dalam kasus tindak pidana pemalsuan AJB ini berharap sekali Propam Polda Riau dapat segera memproses laporan yang kami sampaikan”, ungkap Anto

“Dalam kasus pemalsuan AJB lahan ibu saya Rubinem, kami keluarga hanya inginkan keadilan di mata hukum,” kata Subianto.

“Memang orang miskin dan kecil seperti keluarga kami ini susah untuk mendapatkan keadilan, Lain dengan orang kaya, Mereka bisa gunakan hartanya untuk mencapai keadilan”,ungkap Anto

“Tapi, kami seluruh keluarga yakin masih ada orang-orang yang berhati mulia untuk membantu keluarga kami mendapatkan keadilan itu”, tambah Anto

Menurut Subianto,Dengan cepatnya proses laporan warga kepolisian mau pun intansi penegak hukum lain nya, Hal ini membuktikan bahwa Polri atau pun intansi penegak hukum lain nya yang terima laporan warga tidak dibilang tebang pilih dalam menangani sebuah perkara.

“Besar harapan kami sekeluarga Propam Polda Riau dapat segera memproses laporan kami,”pungkasnya.

” Sebagimana diberitakan sebelumnya, Bahwa Penyidik Polres Indragiri Hulu di laporkan ke Kabid Propam Polda Riau, terkait tindak pidana pemalsuan Akte Jual Beli (AJB) yang semakin tidak jelas jalan penyelesaian.

” Saya melalui kuasa hukum sudah menyurati pihak Polres Inhu pada tanggal 22 Mei 2018 dengan surat No: 25/Eks/KP-DF/V/2018, Guna meminta perkembangan hasil penyelidikan kasus yang kami laporkan, Namun pihak Polres Inhu tidak ada membalas surat tentang penjelasan kasus tersebut.

“Karena kami sebagai pelapor tidak mendapatkan penjelasan tentang laporan yang kami laporkan, maka saya melalui kuasa hukum kembali menyurati pihak Polres Inhu dengan No : 030/Eks/KP-DF/VII/2018, tanggal 24 Juli 2018 kembali meminta keterangan perkembangan hasil penyidikan laporan yang saya buat,” terang Bu Rubinem yang di dampingi oleh anak menantunya, Anto.

Sambungnya, Setelah itu kami baru menerima surat dari pihak polres Inhu dengan No :B/69/Vlll/2018/Reskrim pada tanggal 30 Agustus 2018. dan sampai sejauh ini saya selaku pelapor maupun kuasa hukum saya tidak pernah menerima pemberitahuan hasil penyelidikan dalam bentuk surat SP2HP atas laporan saya.

Dan pada tanggal 18 Desember 2018 kuasa hukum saya Dody Fernando SH MH mempertanyakan ke Unit Tipiter Polres Inhu, sudah sejauh manakah penanganan perkara yang saya laporkan.

Menurut keterangan penyidik, mereka tergendala karena Syafrizal belum di periksa dan tidak di ketahui keberadaannya sekarang, Sedangkan sebelumnya Syafrizal ditahan di Rutan Pematang Reba di hukum 1 tahun 6 bulan karena kasus pemalsuan AJB yang saya laporkan.

Herannya, selama 1 tahun 6 bulan Syafrizal ditahan tidak ada pihak penyidik Polres Inhu berupaya melakukan pemeriksaan terhadap diduga pelaku lainnya.

” Herannya lagi, Laporan pemalsuan AJB ini sempat mau didiamkan, Buktinya dari mulai melapor di tahun 2012, Polisi baru bisa tangkap Syafrizal di tahun 2017 itu juga dengan alasan Syafrizal tidak ditemukan, Tapi setelah kami laporkan ke Kompolnas dan penyidik diperiksa Propam, tiba-tiba Syafrizal dapat ditemukan dan ditangkap.

Atas dasar ini lah orang tua saya melaporkan penyidik Polres Inhu ke Kabid Propam Polda Riau, untuk dapat memeriksa penyidik yang diduga berkerja tidak profesional dalam menangani kasus yang telah diaporkan.

“Dalam kasus yang dilaporkan, kami keluarga berharap mendapatkan keadilan agar hukum itu tegak dan kebenaran itu terungkap,” tegas Anto.(Heri)




Tinggalkan Balasan