” Sugiman” Diduga Pelaku Penggelapan Bibit dan Pupuk Milik PTPN V, Masih Keliaran Diluar Ada Apa…?

SOROTKASUSNEWS.NET-Akhir-akhir ini ramai masyarakat Kecamatan Sei Lala Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau membincangkan tentang dugaan penggelapan bibit sawit dan pupuk milik perusahan plat merah PTPN V yang diduga dilakukan oleh pensiunan karyawan PTPN V Sei Lala.

Salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya mengungkapkan bahwa beberapa pekan ini masyarakat Sei Lala ramai atau heboh membincangkan permasalahan penggelapan bibit sawit dan pupuk milik PTPN V Sei Lala.

“Cuma kami heran, menurut cerita orang-orang penggelapan bibit sawit dan pupuk diduga dengan pelaku pansiunan karyawan sudah dilaporkan ke Dir Reskrimus Polda Riau”, ungkap warga tersebut.

“Tapi, yang diduga sebagai pelaku penggelapan bibit sawit dan pupuk PTPN V masih berkeliaran bebas di luar sana, tanpa merasa takut,”singkat warga Sei Lala tersebut kepada SorotKasusNews.Net, Rabu (23/1/2019).

Di tempat terpisah, Roni, akfitis LSM TOPAN RI Provinsi Riau mengatakan bahwa Ia berharap dengan adanya dugaan penggelapan bibit dan pupuk di PTPN V Sei Lala yang telah di laporkan ke Dir Reskrismus Polda Riau agar dapat segera melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi.

” Hal ini Sudah di laporkan namun belum ada tindakan, di kwatirkan kasus penggelapan bibit sawit dan pupuk di PTPN V Sei Lala ini sudah masuk “angin”,”ujar Roni.

Hingga berita ini di muat, Sugiman pansiunan karyawan PTPN V Sei Lala yang diduga sebagai pelaku belum dapat untuk di mintai keterangan, saat di coba hubungi selulernya dengan no :0813784199xx tidak di jawab.

Sebelumnya, Sugiman warga Kecamatan Sei Lala Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau di laporkan atas dugaan penggelapan bibit sawit dan pupuk ke Dir Reskrimsus Polda Riau oleh LSM Komite Pemantauan Pelaksaan Otonomi Daerah (KPP-OTDA).

” Dalam surat laporan di sebutkan menindak lanjuti laporan masyarakat desa Sei Lala kecamatan Sei Lala Kabupaten Inhu dugaan kuat atas penggelapan (Pencurian,red) bibit sawit milik Amo II yang diduga dilakukan oleh oknum karyawan PTPN V yakni saudara Sugiman yang sekarang sudah pensiun.

Sugiman sewaktu masih menjadi karyawan PTPN V membuka kebun di dusun baru desa Pauh Ranap kecamatan Peranap. Disaat pembukaan kebun tersebut itulah terjadilah dugaan penggelapan bibit sawit dan pupuk untuk keperluan pribadi.

“Kami minta kepada Dir Reskremsus Polda Riau dapat segera memanggil pelaku dan juga saksi-saksi dalam dugaan penggelapan bibit sawit dan pupuk milik negera ini.” terang ketua LSM KPP-OTDA, Frans Wildan. Selasa (15/1/2019).

Berhubung yang di gelapkan ini adalah milik perusahan BUMN maka pelaku dapat di jerat dengan UU tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda 1 miliar lebih.

“Sesuai dengan program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, untuk itu kita minta penegak hukum dapat memanggil diduga pelaku dan saksi-saksi, kita selaku pelapor siap menghadirkan saksi yang tahu persis kejadian penggelapan bibit sawit dan pupuk milik negara tersebut,”pungkasnya.(Heri)




Tinggalkan Balasan