Kerugian Negara Ratusan Juta, Pelaku Penggelapan Bibit Sawit Dan Pupuk Belum di Proses

SOROTKASUSNEWS.NET-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Team operasional penyelamatan asset Negara (Topan) Republik Indonesia mendesak Dir Reskrimus Polda Riau dapat segera memproses laporan dugaan kasus penggelapan bibit sawit dan pupuk milik perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diduga dilakukan oleh oknum mantan karyawan PTPN V Sei Lala, Sugiman

” Bila perlu bukti tambahan,kita memiliki keterangan dari beberapa saksi yang berhasil kita jumpai dan keterangan yang terekam”,kata, Roni, akfitis LSM TOPAN RI. Jumat (25/1/2019).

“Sehubungan yang digelapan adalah bibit sawit dan pupuk milik perusahan plat merah BUMN maka pelaku dapat dijerat UU tipikor.” kata Roni

Atas kejadian penggelapan bibit sawit dan Pupuk perusahan negara menanggung kerugian ratusan juta.

Dan apa bila dalam waktu dekat ini tidak juga diproses, kita akan ikut melaporkan dugaan kasus penggelapan bibit sawit dan pupuk yang diduga dilakukan oleh oknum pensiunan karyawan PTPN V.

Selain melaporkan pansiunan karyawan yang diduga sebagai pelaku, kita juga melaporkan manager PTPN V Sei Lala yang menjabat kala itu.

Dijelaskan Roni ,Manager tersebut kita laporkan karena kelalaian dalam menjaga aset perusahan milik negara yang menyebabkan kerugian negara ratusan juta.

“Kalau untuk pensiunan karyawan sudah jelas kita laporkan diduga sebagai peran utama dalam kasus penggelapan bibit sawit dan pupuk”, jelas Roni

Menurut keterangan beberapa saksi, Bibit sawit milik PTPN V yang digelapan itu ditanam oleh diduga pelaku pansiunan karyawan PTPN V Sei Lala di kebunnya yang berlokasi di Dusun Baru Desa Pauh Ranap Kecamatan Peranap dan pupuk digunakan untuk memupuk sawit tersebut.

“Jujur kita selaku masyarakat cukup heran dan bertanya-tanya dengan Dir Reskrimus Polda Riau yang hingga kini belum menindaklanjuti kasus penggelapan bibit sawit dan pupuk, padahal kasus ini sudah dilaporkan oleh salah satu LSM di Riau di tahun 2018.”pungkasnya.

Hingga berita ini dimuat, diduga pelaku oknum karyawan” Sugiman” belum dapat dimintai keterangan saat dihubungi selulernya dengan No 08137848 xxxx sedang tidak aktif.(Heri.Rz).




Tinggalkan Balasan