Sidang Perdana KSP Sahabat Mitra Sejati Segera Digelar

SOROTKASUSNEWS.NET-Pengadilan Negeri (PN) Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuangsing) Provinsi Riau akan gelar sidang perdana perkara perdata No 2/Pdt.G/2019/Pn.Tlk, Gugatan pembatalan perjanjian yang di ajukan, Sri Wahyuni selaku penggugat.

” Kuasa Hukum Sri Wahyuni, Dody Fernando SH MH, Mengatakan berdasarkan surat kuasa khusus No 002/SK-PDT/KP/1/2018, pada tanggal 15 Januari 2019 kita mendaftarkan perkara perdata No 2/Pdt.G/2019/Pn.Tlk, Gugatan pembatalan perjanjian KSP Sahabat Mitra Sejati.

Insya Allah kalau tidak ada alangrintangan pada hari Rabu tanggal 6 Febuari 2019 akan dilaksanakan sidang perdana di PN Taluk Kuantan dengan tergugat 1 KSP Sahabat Mitra Sejati dan tergugat II, Notaris

“Dan dalam waktu dekat kita akan berkordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak menutup kemungkinan akan melaporkan hal ini,”papar Dody.

Di jelaskan,Dody, Awal permasalahan ini penggugat melakukan pinjaman uang kepada tergugat 1 dikarenakan ketika itu almarhum bapak pengguat yang bernama Sutikno meninggal. Dan terguagat 1 menyatakan asuransi jiwa almarhum bapak penggugat belum cukup untuk menutupi hutang.

Sehingga Sertifikat tidak bisa diambil dan karena penggugat memperlukan biaya untuk keperluan usaha maka penggugat terpaksa mengajukan pinjaman kepada tergugat 1. Karena menurut tergugat 1 kalau meminjam uang kepada tergugat 1 maka Sertifikat milik almarhum Sutikno bapak penggugat bisa dikeluarkan.

Namun setelah kita telusuri ditemukan asuransi jiwa almarhum bapak penggugat sudah cair, Dan akal-akalan tergugat 1 untuk menahan Sertifikat tanah milik almarhum Sutikno.

Bahwa perjanjian pembiayaan antara penggugat dan tergugat 1 yang dilegalisasi oleh tergugat ll, Notaris, sedangkan perjanjian pembiayaan antara penggugat dan tergugat 1 tidak memenuhi ketentuan Pasal 1360 KUHPerdata.

Hal tersebut dikarenakan tergugat 1 tidak memiliki izin dari OJK sebagaimana diatur pada pasal 9 ayat (1) UU No 1 Tahun 2013 tentang lembaga keuangan mikro dan pasal 5 ayat (1) peraturan OJK No 61/POJK.05/2015 untuk melakukan kegiatan jasa keuangan mikro.

“Penggugat mengajukan pinjaman uang kepada tergugat 1 dikarenakan terpaksa dan disebabkan oleh tipu daya tergugat 1 yang memberikan keterangan bohong tentang klaim asuransi jiwa almarhum orang tua penggugat,”pungkas Dody.

Sementara itu, kepala KSP Sahabat Mitra Sejati Taluk Kuantan, Bayu, Kita menjelaskan mengenai prosedur-prosedur perusahaan.

” Kalau menurut Debitur ada kejanggalan, Ya silahkan, kita kan sudah ikuti peraturan perusahan”,ujar Bayu

“Kita kan ada tim legal juga, itu kan menurut pandangan dari Debiturnya,contoh nya saja tidak ada OJK, kita kan disini di bahwa Bank Sahabat Sempurna, Jadi kita ada aset juga”,ungkap Bayu

“Nanti kalau sudah dilaporkan, tim legal kita akan turun juga, kita dicabang akan menyelesaikan SOP yang ada. Dan kita akan proaktif nantinya ke pengadilan”, singkat Bayu.(Heri,Rz)




Tinggalkan Balasan