Terkait Truk BBM Pertamina Kencing, Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Berharap Polisi Bertindak

SOROTKASUSNEWS.NET-Aktifitas mobil truk Pertamina angkut Bahan Bakar Minyak (BBM) kencing dijalan di wilayah Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu Provinsi Riau hingga kini masih terus beroperasi. Hal ini mendapat tanggapan serius dari pihak PT Pertamina EP Asset 1 Lirik Field.

Humas PT Pertamina EP Asset 1 Lirik Field, Yong saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan

“Kalau boleh tahu dimana kejadian mobil pertamina yang kencing itu. Dan pada intinya pengangkutan BBM itu diluar tanggungjawab Pertamina EP, silahkan media konfirmasikan hal ini kepada bagian marketing di Riau RU 2 Dumai”,ujar Yong

“Untuk pengaturan kontribusi dan pengawasan pengangkutan BBM itu langaung dan bukan dari kami, Tapi, kalau ditanya soal angkutan minyak mentah itu baru tanggungjawab kami, kalau BBM di luar tanggungjawab kami,”jelasnya.

“Dan akan lebih bagus hal ini di konfirmasikan kepada pihak yang berwenang, mungkin dari kepolisian, aparat desa atau camat untuk sama-sama menindak, karena itu adalah pekerjaan yang salah”, tambah Yong

“Pada intinya BBM itu kan milik kita bersama yakni masyarakat, dan jangan sampai disalah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggujawab dan lebih parahnya lagi orang tahu nya itu Pertamina”, ungkapnya

“Sedangkan Pertamina itu sendiri banyak pembagian tugas, Seperti Pertamina EP lain tugasnya dan begitu juga dengan Pertamina PHE sendiri pula tugas, tapi pada intinya semua berpayung pada Pertamina.”paparnya.

“Yang jelas kalau ada temuan seperti ini kami memdukung sekali pihak kepolisian melakukan penindakan, apa lagi ini membawa nama Pertamina, Jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga”, tutur Yong

“Boleh ini dikordinasikan terus kepada aparat desa, kecamatan dan aparat kepolisian intailah dan gunakan lah itu intelnya untuk melakukan tindakan, itu lah langka konkretnya,”pungkas Humas Pertamina EP Asset 1 Lirik Field, Yong.

Sementara itu, Pratisi hukum yang juga pengecara Han Aulia Nasution SH MH saat dihubungi mengatakan,” Disinilah lemahnya penegakan hukum di tempat kita, dalam penegakan hukum mereka masih memilah-milah, Tapi, begitu masyarakat sipil yang melakukan kesalahan mereka langsung menindak, tapi dikalah orang berduit atau korupnya yang melanggar hukum mereka berbelit-belit untuk melakukan tindakkan.

Padahal apa yang dilakukan mafia-mafia BBM itu jelas melanggar undang-undang tentang Migas, Tapi, apa buktinya hingga kini pihak kepolisian mau itu Polres atau pun Polda belum ada melakukan tindakkan nyata.”katanya.

Dijelaskan, Han, Setiap kegiatan penyimpanan dan pengangkutan harua miliki izin, Sebagaimana di jelaskan dalam pasal 43 PP No 36 Tahun 2004 tentang kegiatan usha hilir minyak dan gas bumi sebagaimana telah diubah PP No 30 Tahun 2009 tentang perubahan atas PP No 36 tahun 2014 tentantang kegiatan usaha hilir minyak dan bumi.

Badan usaha yang akan melaksanakan kegiatan usaha niaga minyak bumi, Gas Bumi, Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas, Bahan Bakar lain atau hasil olahan wajib memilikiizin niaga dari Mentri,” terangnya.

Dan dalam Pasal 1 angka 14 UU No 22 Tahun 2002 tentang minyak dan gas bumi (UU Migas), Setiap orang yang melakukan penyimpanan BBM tanpa memiliki izin usaha penyimpanan dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 53 huruf c UU Migas dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda 30 miliar.

Sedangkan untuk pengangkutan BBM, sama halnya dengan penyimpanan, untuk melakukan pengangkutan juga harus memiliki izin usaha pengangkutan.(Heri)




Tinggalkan Balasan