Warga Desa Gumanti Tolak PKS PT Mustika ASG

SOROTKASUSNEWS.NET-Kurang teliti pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab) Inhu dalam pemberian izin dapat mengakibatkan terjadinya konflik, Seperti yang bakal terjadi di Desa Gumanti Kecamatan Peranap, Riau. Pasalnya, saat ini sedang proses pendirian Pabrik Kepala Sawit (PKS) milik PT Mustika Agung Sawit Gemilang di tenggah-tengah pemukiman warga.

PKS PT Mustika ASG telah mulai proses pembangunan, Mulai dari jalan produksi dan pembangunan perumahan serta tapak PKS, Tapi sayangnya tenaga kerja masyarakat Desa Gumanti tidak di prioritaskan untuk bekerja di PT Mustika ASG, Sedangkan PKS PT Mustika ASG tersebut berdiri di Desa Gumanti.

“Dan berdirinya PKS PT Mustika ASG dari tempat warga tinggal lebih kurang 1,5 Km, artinya berdirinya PKS PT Mustika ASG di tengah-tengah pemukiman masyarakat.” Begitulah laporan warga Desa Gumanti kepada saya,” kata pratisi hukum Dody Fernando SH MH, Rabu (13/2/2019)

Warga Desa Gumanti menolak berdirinya PKS PT Mustika ASG karena mereka hanya akan mendapat dampak buruk dari PKS PT Mustika ASG, contoh seperti jalan berdebu, jalan rusak akibat mobil angkut TBS dan CPO, Selain jalan warga juga akan kenak dampak bau busuk dari pengelolaan kelapa sawit, Ini salah satu mengapa masyarakat Desa Gumanti menolak pendirian PKS PT Mustika ASG tersebut.

“Belum lagi dampak lingkungan lain nya, Seperti Limbah cair, Janjangan kosong dan Asap dari PKS.Ini semua sangat menggaggu kenyaman masyarakat Desa Gumanti. Untuk itu kita berharap Sekda mau pun Bupati dan Anggota DPRD yang membidangi dalam hal ini dapat meninjau kelapangan untuk mengambil keputusan yang tegas, Ya itu tutup PKS PT Mustika ASG”,tegas Dody.

Sementara itu, Kades Gumanti Asrul Yahya saat dikonfirmasi mengatakan, Kalau soal pekerja warga sudah banyak yang berkerja tapi masih status harian belum dinas. Mungkin nanti kalau pabrik itu sudah mulai proses baru lah ada terima tenaga yang di dinaskan.

Ditanya dampak berdirinya PKS PT Mustika ASG, seperti jalan rusak, Asap dari pabrik dan limbah, Kalau soal itu kita belum tahu, karena pabrik itu belum berdiri, kita lihat aja besok kalau sudah berjalan,

Ditanya lagi, Sebelum mengurus izin tentu ada rekom dari Desa, Apa tidak di pelajari terlebih dulu dampak dengan adanya PKS yang tidak jauh dari pemukiman warga.

“Kemarin RT,RW lingkungan di situ sudah tandatangan sebagai pendukung untuk mengurus izin, perusahan itu sudah miliki izin dari kabupaten Inhu dari dinas terkait”, jawab Kades.

Ditanya sekali lagi, siapa pimpinan PKS PT Mustika ASG dan biasa tidak minta nomor handphone.

“Pimpinan PKS PT Mustika ASG adalah pak Pak Joni, dan sampai sekarng kami pun tidak tahu dimana domisilinya pimpinan perusahaan tersebut. Mengenai no hp, saya sendiri saja tidak punya nomor nya bang,”singkat Kades.(Heri)




Tinggalkan Balasan