Melanggar Kesepakatan Mediasi, PT CSS Kembali Merusak Kebun Masyarakat

SOROTKASUSNEWS.NET-Dinilai melanggar kesepakatan mediasi, Kembali PT Citra Sumber Sejahtera (CSS) merusak kebun masyarakat, Padahal baru sepekan di lakukan mediasi konflik lahan antara masyarakat PT CSS dengan masyarakat di Kantor Bupati Inhu, perusahaan yang bergerak di bidang tanaman HTI itu justru kembali ‘melukai perasaan’ ribuan warga.

“Perusahaan kembali beraktifitas dan merusak kebun Masyarakat. Antara kebun kelapa sawit dan kebun pisang,” ungkap Kepala Dusun V Citra Desa Pauh Ranap Kecamatan Peranap, Bambang, Selasa (19/2/2019) melalui via seluler.

“Bahkan pengrusakan kebun milik warga sudah dilakukan terhitung dua hari setelah rapat mediasi, Kamis (14/2/2019) pekan kemarin. Dirusak dengan cara meracun mencapai seratus hektar,” sesal Bambang.

Pengakuan serupa dikatakan warga Sei Ubo, Silalahi. “Kebun pisang saya dua hektar disemprot dengan racun,” ungkap Silalahi.

Menurut mereka, perilaku kebiadaban perusahaan dengan tidak memikirkan kearifan lokal dan melanggar kesepakatan mediasi telah memancing kembali kemarahan warga.

Dengan demikian tidak tertutup kemungkinan aksi unjuk rasa yang lebih besar akan kembali terulang. Jika begini caranya kami ribuan warga akan menggelar demo besar ke Kantor Bupati,” ancam Bambang dan Pandiangan.

Selain aksi unras, para warga akan memboikot jalan akses keluar masuk mobilisasi Perusahaan.

“Kami juga akan memboikot jalan lintas,” papar mereka yang mengaku sedang dilokasi bersama ratusan warga lainnya dan sudah memberitahu situasional kepada Sekda Hendrizal, Kadis Kesbang Pol, Adri Bahar,Kapolsek Peranap dan Kodim 0302 Inhu.

Sementara itu, Manajer PT CSS Hasri dikonfirmasi tidak memberikan jawaban. Sedangkan Humas PT CSS, Bambang menyebut, “Silahkan hubungi Lawyer kami di Pekanbaru,”singkat Bambang.

Seperti diketahui, Kamis (14/2/2019) pekan kemaren Pemkab Inhu dipimpin Sekda Inhu Ir Hendrizal MSi dan para Stakeholder terkait bersama Muspida dan Manajaman PT CSS menggelar mediasi konflik lahan di kantor Bupati Inhu.

Untuk meredam aksi dan konflik yang berkepanjangan, Pemkab Inhu dan Perusahan menyepakati tidak akan melakukan aktivitas di lahan Masyarakat serta tidak akan melakukan pengrusakan kebun warga.

Bahkan disela mediasi terungkap operasional perusahaan tidak sesuai SOP perizinan. Cara kerja perusahaan tidak sesuai norma norma perizinan, ungkap Kabag Pertanahan Fahrulrozie, kala itu.

Ironisnya, baru dua hari mediasi PT CSS justru melanggar komitmen dan memandang kemarahan ribuan warga.(Heri)




Tinggalkan Balasan