Di Depan Majelis Hakim ,Ivan Adong Akui BB Shabu Miliknya

SOROTKASUSNEWS.NET-Sidang lanjutan lima terdakwa bandar narkoba Ivan Adong cs dengan agenda saksi pemberian saksi di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Rengat, Kamis (21/2/2019) berjalan lancar.

Dalam persidangan keterangan lima terdakwa, Ivan Adong mengakui barang bukti BB shabu seberat 2 gram adalah miliknya yang di dapatkan dari Arif.

Sebagaimana pertanyaan yang disampaikan oleh Hakim Ali Sobirin SH MH kepada lima terdakwa terhadap Saksi Rudi, Sudah berapa kali beli narkoba kepada Lingga, dua kali yang mulia, sebanyak 10 paket dengan berat 2 gram.

Shabu seberat 2 gram yang di beli dari Lingga di bayar dulu Rp 1.100.000. dan sisa nya dibayar setelah shabu habis terjual, Sisa uang pembayaran shabu Rp 1.100.000″,terang saksi Rudi.

Saat Lingga menyerahkan shabu bersama satu temannya atau sendiri, Lingga mengantarkan shabu bersama temannya, Tapi saya tidak kenal yang mulia,”sebut Rudi.

Shabu seberat 2 gram itu selain dijual ada tidak di pakai sendiri, Ada yang mulia, yang saya pakai sendiri. Dan menurut Lingga shabu itu adalah milik Ivan.

Ditanya selain beli dari Lingga perna tidak beli sama orang lain, Sebelum beli sama Lingga, saya pernah beli shabu sama Heri Mayat.”jelas Rudi.

Saudara kenal tidak sama Ivan, Kenal yang mulia,”jawab Rudi.

Pernah tidak beli langsung sama Ivan, pernah saya beli sama Ivan, namun saya sudah lupa harinya.

Sementara itu saksi, Lingga, mengakui dan membenarkan semua keterangan saksi Rudi.

Semua keterangan Rudi benar yang mulia dan benar saya pernah pakai bersama Rudi. Dan saya hanya sebagai pengantar dengan upah dikasih shabu untuk pakai sama-sama.

Ditanya, shabu itu saudara Lingga dapat dari mana, Shabu seberat 2 gram itu adalah milik Ivan pesanan Rudi.”jawab Lingga

Pertama kali shabu diantar pada pukul 10 malam sebanyak 1 gram dan kedua pada hari Jumat 1 gram dan tidak lama kemudian tertangkap,”jelas Lingga.

Ditanya, ambil shabu dimana, Saya ambil shabu di rumah Ivan di dekat Masjid Al-Muslimin Kelurahan Tanjung Gading dan saya tidak ada dapat imbalan, imbalan hanya pakai shabu.

Tahu tidak shabu milik Ivan itu dari siapa. Shabu milik Ivan dari Arif dengan cara menjual meja bilyard milik Ivan dengan harga 5 juta. Separuh di bayar dengan uang dan separuh di bayar dengan shabu seberat 2,5 gram”,jelas Lingga didepan Hakim.

Sementara itu, terdakwa Ivan saat ditanya Hakim, Benar Lingga ambil shabu seberat 2 gram dan serahkan uang Rp 1.100.000.

Benar yang mulia, shabu itu adalah milik saya dan benar saya ada terima uang 1.100.000 dari hasil penjualan shabu dari Lingga,”terang Ivan.

Ditanya ada tidak saksi Aking dan Edi memberikan uang untuk bayar shabu.

Saya tidak pernah beli shabu sama Aking, Tapi kalau pakai bersama dengan Aking pernah,”jawab Ivan.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rey Naldo SH. Dari hasil pengujian labor BB shabu seberat 0,16 gram milik Ivan, Benar itu adalah shabu yang dilarang oleh pemerintah. Dan dari hasil tes urine benar kelima terdakwa positip mengkonsumsi narkoba”,singkatnya.

” Kuasa Hukum kelima terdakwa Sandi Baiwa SH saat memberikan pertanyaan, saudara Ivan, waktu memakai shabu bersama Aking dan Edi, shabu itu milik siapa, Shabu itu adalah milik saya,” jawab Ivan.

Dan uang 900 ratus ribu milik siapa. Uang 900 ribu ada pada dompet Aking yang diambil dari ATM di Air Molek. Uang 900 tidak ada hubungan dengan kasus ini. itu adalah uang pribadi Aking.”terang Ivan.

Sidang kedua kelima bandar narkoba di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Rengat dengan Ketua Masjelis Hakim Ali Sobirin SH MH dan Hakim Anggota Maharani Debora Manullang SH MH, Immanuel MP Sirait SH MH, Petra Jeanny Siahaan SH MH dan Jaksa Penutut Umum (JPU) Rey Naldo SH dan Penasehat Hukum Yeni Darwis SH, Hafizon Rahmadan SH dan Sandi Baiwa SH .(Iin)




Tinggalkan Balasan