Terkait BPJS, Dua Karyawan PT SRK Di Periksa Polres Inhu

SOROTKASUSNEWS.NET-Menindaklanjuti laporan karyawan PT Sinar Reksa Kencana (SRK) atas dugaan penggelapan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Polres Indragiri Hulu (Inhu), Riau melakukan pemeriksaan terhadap dua karyawan PT SRK. Kedua karyawan PT SRK yang di periksa adalah Sepmasnadianto alias Rudi (39) warga Desa Gumanti dan Meri Narisman (32) warga Desa Pematang.

Meri Narisman kepada media ini mengatakan bahwa “Kemarin hari Selasa 26 Feb 2019 saya bersama Rudi telah di periksa oleh pihak Polres Inhu terkait laporan dugaan penggelapan BPJS Ketenagakerjaan yang kita laporan sebulan yang lalu.”terang Meri

Iuran BPJS Ketenagakerjaan karyawan PT SRK sudah di potong sejak bulan Oktober sampai bulan Nopember 2018, Namun pada kenyatannya iuran itu belum di setorkan oleh pihak PT SRK ke BPJS Ketenagakerjaan, sementara dari slip gaji kami karyawan setiap bulannya sudah di pemotong untuk iuran BPJS.

“Karena tidak ada tanggapan positif dari pihak PT SRK maka PT SRK kami laporkan ke Polres Inhu atas dugaan penggelapan iuran BPJS ratusan karyawannya,”singkat Meri.

Sementara itu, Rudi menuturkan “Ya, benar kemarin kami berdua telah di periksa untuk dimintai keterangan oleh pihak Polres Inhu. Dalam pemeriksaan kemarin kami berdua di dampingi oleh kuasa hukum kami Dody Fernando SH.MH, Han Aulia Nasution SH MH dan Hariyon SH”,sebut Rudi.

Menurut keterangan kedua pelapor yang mengaku mewakili 309 orang karyawan dan karyawati kebun PT SRK itu memilih menempuh jalur hukum dikarenakan iuran BPJS tenagakerja dan BPJS Pensiun yang sudah mereka bayarkan tiap bulan sebesar Rp 85 ribu per bulan, justru tidak dibayarkan ke BPJS Ketenagakerjaan Rengat.

“Untuk iuran ke BPJS Tenaga Kerja gaji kami dipotong setiap bulan tapi nyatanya uang itu justru tidak disetorkan”,terang Rudi.

Hasil perhitungan bersama petugas BPJS Ketenagakerjaan Rengat bahwa sejak tiga bulan terhitung bulan Oktober, November dan Desember tahun 2018 lalu.

“Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang tidak disetorkan ke BPJS mencapai 326 juta rupiah dengan rincian dana BPJS diduga digelapkan sekitar Rp 112 juta rupiah per bulan”,singkatnya.

Terpisah Penasehat Hukum karyawan PT SRK mengatakan Dalam BAP keterangan saksi setiap pelapor dimintai 18 pertanyan.

“Anehnya, kata Dody, Dua hari setelah dilaporkan dugaan penggelapan dana BPJS ke Polres Inhu Manajamen PT SRK justru membayarkan lunas. Dua hari setelah dilaporkan penggelapan PT SRK malah bayar lunas. Namun demikian dugaan percobaan penggelapan dana BPJS harus tetap dilanjutkan dan untuk proses hukum kita serahkan kepada penyidik Polisi,” singkat Dody.

Sementara itu Manager Kebun PT SRK, Baharudin Gurning dan Askep, Agus Pujono hingga kini belum memberikan klarifikasi. Sebab konfirmasi lewat telpon hingga saat ini tidak kunjung direspon.(Heri)




Tinggalkan Balasan