Ada Apa…? JPU Tuntut Lebih Ringan Lima Bandar Narkoba, Ivan Adong cs

SOROTKASUSNEWS.NET-Di nilai kurang persiapan dalam sidang tuntutan lima terdakwa bandar narkoba Ivan Adong cs di buktikan dengan molornya jadwal persidangan lebih kurang lima jam, sesuai jadwal sidang seharusnya pukul 11.00 wib namun karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum selesai salin tuntutan maka sidang baru dilaksanakan sekitar pukul 16.44 wib di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Rabu (06/03/19).

Sidang kelima terdakwa bandar narkoba Ivan Adong cs langsung di pimpin wakil PN Rengat Ali Sobirin SH MH dan Hakim Anggota Immanuel MP Sirait SH MH, Maharani Debora Manullang SH MH, Petra Jeanny Siahaan SH MH dan Jaksa Penutut Umum (JPU) Rey Leonardo SH dan Penasehat Hukum Yeni Darwis SH, Hafizon Rahmadan SH.

Dalam keterangannya Majelis Hakim Ali Sobirin SH MH,menyampaikan permintaan Maaf karena sidang ini agak terlambat, karena JPU tadi belum selesai salin tuntutan untuk lima terdakwa dan Sidang ini terbuka untuk umum.

Sesuai jadwal sidang kali ini adalah sidang tuntutan terhadap lima terdakwa, Rudi, Lingga, Ivan Adong, Edi dan Aking akan dibacakan oleh JPU.

Pembacaan tuntutan yang di bacakan oleh JPU Rey Leonardo terhadap lima terdakwa bandar narkoba Ivan Adong cs, Untuk terdakwa Rudi di tuntut 7 tahun dengan denda 5 miliar, Terdakwa Lingga di tuntut 7 tahun dengan denda 7 miliar dan Ivan Adong di tuntut 7 tahun dengan denda 5 milar.

Sedangkan dua terdakwa lain nya yang juga Redivis narkoba tahun 2013 hanya di tuntut 4 tahun, Terdakwa Edi di tuntut 4 tahun dan Aking di tuntut 4 tahun.

“Menyikapi tuntutan lima terdakwa bandar narkoba Ivan Adong cs, Ketua Laskar Macan Asia Kab Inhu, Hatta Munir mengatakan,

“Bagaimana mau memberantas narkoba di Inhu kalau bandar dan pengedar di tuntut ringan. Tuntutan 7 tahun yang di berikan kepada bandar narkoba Ivan Adong cs sangat-sangat tidak sesuai hal ini sama saja dengan memberikan peluang bandar narkoba itu untuk menjalankan bisnis haramnya lagi”,katanya.

Kalau seperti ini penanganan hukum kasus norkoba di Inhu bakalan hancur dan generasi penerus bangsa akan hancur. Kita minta Asisten Pengawas (Aswas) untuk dapat memeriksa JPU yang menangani perkara lima terdakwa bandar narkoba Ivan Adong cs,”singkat Hatta Munir.(Iin)




Tinggalkan Balasan