Diduga Proyek Sumur Galian Tahun 2017 di Desa Pasir Selabau Fiktif

SOROTKASUSNEWS.NET-Untuk meningkatkan pembangunan di Daerah, Pemerintah Pusat sering dan selalu memberikan bantuan dana yang disebut APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
Tetapi, didalam pelaksanaannya sering dijadikan sebagai akal-akalan untuk mencari keuntungan, oleh oknum yang mendapat kepercayaan. Laporannya pada pemberi dana, sering dibuat Fiktif.

Sebagaimana diungkapkan Masyarakat Desa Pasir Selabau Kecamatan Sei Lala Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau kepada awak media ini mengatakan.

” Bahwa pada tahun 2017 Desa Selabau mendapatkan bantuan sumur gali air bersih sebanyak 27 unit dari pemerintah daerah Pemkab Inhu melalui pemerintahan Desa (Pemdes),”terang salah seorang warga yang tidak mau ditulis namanya. Kamis 7 Mar 2019 kemarin.

Namun sayang dari 27 sumur masih ada tersisa 11 sumur lagi yang hingga kini tahun 2019 belum di laksanakan oleh pemerintah kecamatan mau pun pemerintah desa, Diduga yang 11 sumur lagi sengaja tidak di kerjakan atau fiktif,”sambungnya.

Dijelaskan warga tersebut, Mengenai yang 11 sumur dulu sudah sampai ke Inspektorat dan Kejaksaan, Tapi, hingga kini kami masyarakat tidak lagi tahu ceritanya sudah sejauh mana, karena kala itu dana 11 sumur di pakai oleh bendahara desa. Maka pembuatan sumur terhenti hingga tahun 2019 ini. Untuk lebih jelas coba tanyakan kepada ketua BPD,” singkat warga tersebut.

Ketua BPD, Sariupdin saat ditemui dikediamannya mengatakan,” Benar, tahun 2017 ada proyek atau kegiatan pembuatan sumur gali sebanyak lebih kurang 27 unit untuk warga Desa Pasir Selabau, Dari 27 unit sebagian sudah di kerjakan dan sebagain belum selesai di kerjakan.

Ditanya ada tidak yang belum di kerjakan dan apa kendala hingga kini pembangunan sumur itu terkendala,

” Benar, ada lebih kurang 11 sumur sama sekali belum di buat, Mengenai kendala pertama karena cuaca musim penghujan tempat yang akan di buat sumur terendap banjir”, ungkapnya

Kedua kendalanya karena uang untuk pembangunan sumur di pakai oleh bendahara desa diduga untuk kepentingan pribadi.”terangnya.

Dan baru-baru ini warga yang akan mendapatkan bantuan sumur sudah di rapatkan, Dalam waktu dekat ini 11 unit sumur yang terkendala itu akan di kerjakan karena uang sudah dikembalikan oleh bendahara desa.

Untuk lebih jelasnya permasalahan ini tanyakan saja langsung kepada pihak kecamatan melalui kasi Pembangunan kecamatan Sei Lala.

Disinggung bahwa permasalahan ini sudah sampai ke Inspektorat dan Kejaksaan, Benar, perihal soal sumur di desa sudah di ketahui oleh Inspektorat dan Kades kala itu juga sudah di panggil oleh Inspektorat,”singkatnya.

Terkait hal ini Camat mau pun Kasi Pembangunan Kecamatan Sei Lala belum dapat dimintai keterangan, Saat dikonfirmasi melalui via seluler belum ada yang terhubung.(Heri)




Tinggalkan Balasan