Jalan Desa Sei Parit Kelas lll C Hanya Bisa Untuk Kapasitas 8 Ton

SOROTKASUSNEWS.NET-Jalan sebagai bagian sistem transportasi nasional mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan dan dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah, Maka pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau membangun jalan lingkungan seperti jalan Desa Pasir Kelampaian, Pasir Batu Mandi, Pasir Selabau, Pasir Bongkal, Perkebunan Sei Parit dan Desa Talang Parit.

Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Inhu Bobby Mauliantino ST MT melalui Kasi Jalan, Nana dikonfirmasi mengatakan, Jalan lingkungan Desa Pasir Kelampaian, Pasir Batu Mandi, Pasir Selabau, Pasir Bongkal, Perkebunan Sei Parit kecamatan sei lala dan Desa Talang Parit kecamatan Rakit Kulim adalah jalan kelas lll C.

Jalan tersebut hanya dapat dilintasi dengan beban 8 ton, Apabila dilintasi lebih dari pada 8 ton maka aspal yang ada lama-lama akan pecah, Mungkin sekarang ini yang terjadi di Desa Perkebunan Sei Parit dan Desa Pasir Selabau.”kata Bobby

“Apabila betul, kerusakan jalan aspal Desa Perkebunan Sei Parit dan Desa Pasir Selabau disebabkan oleh mobil perusahan PT PHE dan PTPN V, Kami akan segera surati pihak perusahan untuk segera mungkin untuk melakukan perbaikan”,singkatnya.

Sebelumnya, Tono Warga setempat mengatakan Penyebab jalan rusak karena mobil perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Perusahan perkebunan PTPN V yang mengangkut hasil produksi yang bermuatan melebihi kapasitas.

“Maka aspal yang baru dibangun oleh pemerintah itu sudah hancur”,tambah Tono warga setempat.

Kondisi jalan saat ini sudah susah untuk dilalui kendarahan sepeda motor, karena sepanjang lebih kurang 2 atau 3 kilo terdapat lobang-lobang karena aspalnya pecah.

Hancurnya jalan aspal antara desa Pasir selabau dan desa perkebunan Sei parit kita minta PT PHE dan PTPN V dapat segera melakukan perbaikan dengan di cor beton. Kalau sekedar ditimbun dengan tanah campur batu tidak akan tahan lama.

Buktinya sudah ada, baru kemarin ditimbun tanah campur batu oleh masyarakat, namun jalan tersebut sudah hancur lagi, Perbaikan untuk penimbunan adalah hasil iuran swadaya masyarakat,”papar Tono.

Sambung Tono, Tidak sedikit pemerintah menglontarkan anggaran untuk pengaspalan, Tapi, sayang tidak dapat dinikmati lama oleh masyarakat, Dan 10 atau 15 tahun lagi belum tentu pemerintah akan mengaspal kembali jalan tersebut, karena masih banyak jalan-jalan didaerah lain yang harus dibangun oleh pemerintah.

“Dan hancurnya jalan aspal antara desa pasir selabau dan desa perkebunan sei parit, kita minta Kades dan Camat jangan tutup mata, Tolong donk cari solusinya”, tutup Tono.(Heri)




Tinggalkan Balasan