Jurkir ” Stasiun KA ” Liar Seperti Ada Yang Pelihara, Dishub Medan Terkesan Tutup Mata

sorotkasusnews.net – Medan : Premanisme yang berkedok Jurkir ( Juru Parkir ) yang berstatus liar tumbuh subur di pelataran parkir Stasiun Kereta Api Medan.

Pasalnya dari informasi yang di kutip awak media Sorot kasus news di lapangan, banyak yang mengeluhkan keberadaan jurkir liar yang kerap kali membuat resah penumpang  dengan meminta paksa uang parkir kepada penumpang KA ( Kereta Api ) yang di jemput oleh keluarga nya atau pun yang menggunakan sarana transportasi online. (Taksi Online)

“Heran saya, padahal anak saya tidak memarkir kan mobilnya, hanya berhenti sebentar, paling kurang 5 menit untuk menaikkan saya, eh tukang parkir nya datang ketuk ketuk kaca mobil sambil ngancam minta uang parkir nya” sebut ibu yang berperawakan China yang baru datang dari Kota Rantau Prapat.

Lain hal yang di alami oleh sebagian driver taksi online, hanya untuk menaikkan penumpang saja tanpa harus parkir di minta biaya parkir antara Rp. 3000 – Rp. 5000,- per sekali menaikan sewa.

“Sambil Ketuk ketuk kaca mobil bahkan terkadang jurkir liar tersebut sambil memukul Kap mobil taksi online meminta paksa uang parkir, dibarengi ancaman akan memecahkan kaca mobil kalau gak mau bayar” kesal salah satu driver taksi online yang tak ingin namanya di beritakan.

“Sudah 10 mobil yang sudah ku pecahkan di sini ya, jangan tambah lagi dengan mobil kau, awas ku lihat kau besok ambil sewa disini lagi” seperti ucapan jurkir liar kepada driver online yang di tirukan oleh salah satu driver online pada awak media.

Anehnya, tanpa di lengkapi baju parkir, tanda pengenal, serta karcis parkir, jurkir liar tersebut berani dengan tanpa rasa takut sedikit pun untuk meminta paksa uang parkir, padahal lokasi tersebut sangat dekat dengan Mapolsek Medan Timur yang hanya berjarak sekitar 100 Meter saja.

Sayang nya pihak Dinas Perhubungan Kota Medan diduga tidak pernah berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk menertibkan jurkir liar di sekitar stasiun kereta api Medan tersebut, sehingga terkesan para jurkir liar tersebut seperti ada yang memelihara untuk di jadikan ajang pemasukan oleh oknum – oknum tertentu.

Sampaiberita ini di lansir, kepala dinas Perhubungan Kota Medan Iswar S.SiT.MT, belum dapat di hubungi. (Boyke/red_999)

 

 




Tinggalkan Balasan