Kasus Dugaan Tindak Pidana Politik Uang Caleg Gerindra di Inhu Dinaikan ke Tingkat Penyidikan

SOROTKASUSNEWS.NET-Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sudah sepakat untuk menaikan kasus dugaan tindak pidana politik uang yang dilakukan oleh Caleg Gerindra di Dapil empat Inhu ke tingkat penyidikan.

Dedi Risanto, Ketua Bawaslu Inhu saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengungkapkan kesepakatan itu diperoleh pada saat rapat SG dua pada Selasa (14/5/2019) malam, yang melibatkan unsur Bawaslu Inhu, Polres Inhu, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu.

“Sentra Gakkumdu sudah sepakat dalam rapat yang digelar jam 21.00 Wib semalam bahwa kasus dugaan tindak pidana politik uang yang dilakukan Caleg Gerindra dinaikan ke tingkat penyidikan,” kata Dedi, Rabu (15/5/2019).

Dedi menerangkan, rapat SG dua tersebut sudah sesuai dengan aturan 14 hari kerja semenjak kasus tersebut dilaporkan oleh Misriono.

Dedi melanjutkan, kasus dugaan politik uang tersebut akan dilimpahkan ke Polres Inhu pada Rabu (15/5/2019) hari ini. Sejumlah berkas yang akan dilimpahkan, antara lain uang tunai Rp 100 ribu, alat peraga kampanye (APK) berupa kartu nama Caleg, dan hasil klarifikasi yang telah diproses oleh Sentra Gakkumdu Inhu.

“Pelimpahan kita lakukan hari ini paling lambat jam 21.00 nanti,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan, sesuai aturan masa waktu penyidikan di tingkat Kepolisian hanya 14 hari. Selanjutnya kasus tersebut dilimpahkan ke tingkat Kejaksaan.

Terkait penetapan tersangka, Dedi mengatakan hal tersebut bukan wewenang Bawaslu Inhu. Oleh karena itu, hingga saat ini belum ada tersangka dalam dugaan tindak pidana politik uang yang dilakukan oleh Caleg Gerindra Dapil empat Inhu tersebut.

Sesuai dengan aturan yang terkandung dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu), terlapor dalam kasus ini atas nama Editrias Prananda terancam hukuman pidana penjara maksimal empat tahun dan denda maksimal Rp 48 juta.

Sementara itu, Sentra Gakkumdu Inhu saat ini masih memproses dugaan penggelembungan suara Caleg PPP Dapil satu Inhu.

Dedi berkata pihaknya hanya memiliki batas waktu penanganan di Sentra Gakkumdu hanya sampai Jumat (17/5/a2019). Namun sangat disayangkan, bahwa Caleg PPP berinisial DN dan SU yang merupakan saksi dalam kasus ini tidak pernah datang untuk memenuhi undangan Sentra Gakkumdu.

“Sudah kita undang tiga kali agar bisa hadir untuk diminta keterangannya terhadap kasus ini, namun yang bersangkutan tidak pernah datang,” singkat Dedi.(Heri)




Tinggalkan Balasan