PT Samantaka Batu Bara Belum Laksanakan Reklamasi

SOROTKASUSNEWS.NET-Takut terulang kisah lama yang meninggalkan bekas galian batu bara yang di lakukan oleh PT Riau Bara Harum lubang hasil galian tidak dilakukan Reklamasi. Untuk mencegah terulang lagi hal yang sama salah satu akvitis lingkungan ,Zulfendy, Selasa 21 Mei 2019 mengatakan.

PT Samantaka Batu Bara yang beralamat di Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu, Riau sudah cukup lama beroperasi di Inhu. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda PT Samantaka akan menutup bekas galian atau di Reklamasi.

“Bila ini di biarkan, Kita takut ini akan terjadi seperti PT RBH kedua, Untuk itu kita berharap pihak-pihak terkait perduli akan hal ini,”kata Zulfendy.

Sambung Zulfendy, Hasil alam dikeruk lalu ditinggal kan bgitu saja. Jadilah danau yang tak bermanfaat bagi masyarakat

“Kita juga menduga bahwa PT ini belum mengantongi izin galian dan izin lain nya. Lalu pajak nya dibayar apa tidak,”sebutnya.

Pihak pihak terkait jangan tutup mata dlam hal ini. Ini menyangkut lingkungan alam dan pendapatan negara.

Dalam waktu dekat kami aktivis lingkungan dan awak media akan membentuk tim investigasi. Kami akan croscek kelapangan. Tentang ada nya kerusakan lingkungan bekas galian dan izin-izin yang di miliki PT Samantaka. Dan menurut informasi yang kita lahan di berita online maupun TV pemilik PT Samantaka terlibat suap pembangkit listrik Riau 1.
Dugaan selain tidak miliki izin informasi dari masyarakat perusahaan ini kurang peduli terhadap keluh kesah masyatakat sekitar, Seperti kerusakan jalan PT Samantaka tidak mau perbaiki.

“Kalau perusahan tidak peduli dengan lingkungan, Sementara hasil alam setempat di gali. Mau jadi apa perusahaan seperti ini. Kalau memang tak ada untung bagi masyarakat tempatan mending di tutup saja perusahaan ini. Sebelum ada gejolak di tengah masyarakat,”papar Zulfendy.

Regulasi yang ada sudah cukup mengatur tentang kegiatan pasca tambang termasuk reklamasi. Misalnya, UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dan PP No. 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang.(Heri)




Tinggalkan Balasan