Patut Di Ancungi Jempol, Dalam Lima Bulan Polres Inhu Ungkap 27 Kasus Narkoba

SOROTKASUSNEWS.NET-Terhitung sejak Januari 2019 hingga Mei 2019 Kepolisian Resort (Polres) lndragiri Hulu (lnhu), berhasil mengungkap 27 kasus narkoba dengan 41 tersangka yang tersebar diberbagai kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Inhu. Riau patut diancungi jempol.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Inhu, AKBP Dasmin Ginting, S.Ik didampingi Kasat Narkoba, Iptu Jalifer Lumban Toruan S.AP diruang kerjanya, belum lama ini.

Kata Kapolres Inhu, Ada beberapa Kecamatan yang dianggap sebagai daerah rawan peredaran Narkoba, hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah kasus yang terungkap di daerah itu.

“Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Pasir penyu, Peranap, Lirik serta Kelayang,” terangnya.

“Penangkapan terhadap puluhan tersangka Narkoba ini memang sebuah prestasi, namun dibalik ini semua justru menjadi tugas kita untuk menekan tingginya penyalahgunaan narkoba di Inhu”, ungkap Kapolres

Kapolres Inhu juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polsek yang dianggap rawan Narkoba untuk meningkatkan jadwal patroli dan pengawasan di lapangan.

Berdasarkan kasus Narkoba yang diungkap, lanjut Kapolres, rata-rata tersangka masih berusia produktif dan usia pelajar, maka cara lain bagi Polres untuk menekan kasus Narkoba ini dengan meningkatkan agenda penyuluhan dan sosialisasi narkoba pada kalangan pelajar SMP hingga SLTA se-Inhu.

“Kedepan, kita lebih meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan narkoba ke sekolah-sekolah diseluruh wilayah Inhu,” terang Kapolres.

” Terpisah, Bambang, tokoh masyarakat Inhu mengatakan,” Keberhasilan Polres Inhu dalam mengungkap penyalagunaan narkoba pantas di acungi jempol, Tapi, jangan merasa bangga dengan keberhasilan tersebut, kalau kita lihat kebelakang sebanyak 41 tersangka yang berhasil ditangkap saat ini baru sekelas anak bawang. Bagaimana dengan bandar-bandar besar dan cukongnya yang hingga kini belum tersentuh sama sekali oleh hukum.

Dan bahkan terkesan para bandar-bandar narkoba ini kebal hukum, buktinya sekalipun anak buah atau kakinya tertangkap mereka tetap santai menjual barang haram tersebut,

“Dengan masih bebasnya para bandar atau cukong narkoba itu artinya Polres Inhu belum maksimal dalam pemberantasan narkoba”,paparnya.

“Memang diakui prestasi Polres Inhu dalam jangka 5 bulan berhasil ungkap 27 perkara narkoba dangan 41 tersangka, Namun prestasi ini belum begitu menunjukan keberhasilan dalam pemberantasan narkoba di Inhu,”singkatnya.

Dari keterangan masyarakat yang berhasil dirangkum media ini ada 7 diduga bandar besar narkoba adalah, SD warga Desa Pasir Ringgit tahun 2014 tercatat sebagai DPO Polda Riau, HD warga Desa Japura di tahun 2016 kalau tidak salah juga tercatat sebagai DPO Polres Inhu. AK warga Desa Gumanti di tahun 2016 tercatat juga sebagai DPO Polres Inhu. LKS warga Desa Gudang Batu di tahun 2012 atau 2013 perna di penjara dengan kasus narkoba. IW warga RW Sukajadi Kelurahan Peranap, SG warga Batu Rijal Hilir dan IND warga Desa Redang Seko.

Sementara diduga sebagai pengedar, WLY warga Desa Gudang, IPR alias Ifit belakang pasar Lirik, RM dan RN warga Kelurahan Tanjung Gading, PJ dan SP, warga Kelurahan Sekar Mawar, AD warga Desa Pasir Keranji, HR warga Dusun Sumber Sari. ATN warga Desa Kelawat, TH warga Desa Sei Sagu, Dan mereka ini belum tersentuh hukum.(Heri)




Tinggalkan Balasan