Satpol PP Razia Warnet Dalam Pasar Baru, Ini Pesan Kepala Satpol PP Inhu

SOROTKASUSNEWS.NET-Tak perlu tunggu lama begitu mendapat informasi tentang aktifitas Warung Internet (Warnet) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Inhu, Riau langsung malam tadi sekitar pukul 00.11 wib razia” Ini pesan kepala Satpol PP kepada pemilik usaha Warnet di Pasar Baru Sri Gading Air Molek ”

” Pemilik warnet sudah diberi peringatan dan membuat surat pernyataan, dalam surat pernyataan bermaterai, apabila melanggar kesepakatan tersebut maka akan diambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.

Salah satu tindakan yang akan kita lakukan bila pemilik warnet melanggar pernyatan,kita akan cabut izin warnet mereka dan angkut peralatan yang ada di Warnet,” kata Kepala Satpol PP Inhu, Boby Rahmat.

Sambung Boby, Razia warnet semalam kita libatkan pihak kecamatan yakni Kasi Trantib, Alhamdulilah razia berjalan aman.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Warga sudah resah dengan aktifitas warnet Godok yang berada dalam lingkungan pasar baru Sri Gading, Pasalnya, warnet tersebut buka sampai dini hari dan diduga ditempat warnet juga untuk ngelem anak-anak remaja.

Selain itu di warnet sering terlihat anak-anak remaja membawah pasangannya sampai pagi dan bahkan pelukan didepan umum.

Sementara itu, Kades Candi Rejo, Ahcmadi saat dikonfirmasi mengatakan,” Benar, warga sudah melaporkan aktifitas warnet yang ada dalam lingkungan pasar baru, Dan bahkan dua hari yang lewat saya dengan staf juga sudah datangi itu warnet namun pemilik warnet tidak ada ditempat.

“Udah kita pesankan sama yang jaga agar pemilik warnet segera kekantor desa, Namun sampai saat ini pemilik warnet tidak ada datang kekantor desa.”terang kades.

Selain sudah kami datangi, perihal keresahan warga terhadap warnet di dalam pasar baru sudah kita laporkan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Candi Rejo.

Kalau pemilik warnet masih juga nekat beraktifitas seperti biasa yang menyebabkan warga resah lalu warga mengamuk ya biarkan saja dan itu bukan urusan saya.

Karena sebelumnya kita sudah menghibau dan bahkan memanggil pemilik warnet, Tapi mereka nggak mau datang, Bila ada apa-apa bukan urusan desa lagi.(Iin)




Tinggalkan Balasan