Tabrak Aturan, Diduga Pemilik Mini Market Alfamart dan Indomaret Tidak Tahu Peraturan

SOROTKASUSNEWS.NET-Bukanya mini market seperti Alfamart dan Indomarket di hari pertama lebaran hari raya Idul Fitri 1440 H di Kabupaten Inhu, Riau mendapat perhatian serius dari anggota DPRD dan juga Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Hukatan-K.SBSI) Inhu.

Diduga pemilik Alfamart dan Indomaret bukan orang muslim maka pemilik atau pengelolah tabrak aturan yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah.

” Negara kita taat hukum, Bukanya Alfamart dan Indomaret dinilai tabrak perundang-undangan, Kepmenaker dan Peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, Diminta pihak berwenang untuk menindak tegas pemilik Alfarmart dan Indomaret,” terang Wiston Pandiangan ketua DPC F Hukatan-K.SBSI Inhu.

Terkait bukanya mini market seperti Alfamart dan Indomaret itu permasalahan hubungan kerja murni menjadi urusan dinas tenagakerja bukan badan perizinan, Dan setiap perjanjian kerja bersama (PKB) yang dibuat dan disepakati oleh perusahaan dan pekerja disahkan oleh Dinasnaker.

Dijelaskan, Wiston, Sesuai Kepmenaker Nomor KEP.102/MEN/VI/2004 Tentang waktu lembur pada Pasal 11 huruf b, Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka; b.1. Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam ke 8 (delapan) dibayar 3 (tiga) kali upah sejam, dan lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam.

Dalam hubungan industrial Pekerja/buruh berada dalam posisi yang lemah, itu fakta, sangat tidak mungkin bagi pekerja/buruh membantah kebijakan perusahaan bila masih ingin tetap dipekerjakan dan ini merupakan tugas pokok Dinasnaker.

UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Pasal 85, (1) Pekerja/buruh tidak wajib bekerja pada hari libur resmi.
(2) Perusahaan dapat memperkerjakan pekerja/buruh untuk bekerja pada hari libur resmi apabila jenis dan sifat pekerjaan tersebut harus dilaksanakan atau dijalankan secara terus menerus atau pada keadaan lain berdasarkan kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha.

(3)Pengusaha yg mempekerjakan pekerja/buruh melakukan pekerjaan pada hari libur resmi sebagaimana dimaksud dalam ayat(2) wajib membayar upah kerja lembur sesuai aturan yang berlaku.”sebut Wiston.

Dan satu hal, libur resmi yang wajib kerja adalah, SPBU, Rumah Sakit, Polisi, Secutry, Pemadam Kebakaran, Sementara perusahan swasta wajib liburkan karyawan nya. Semua ini sudah ada dalam peraturan.(Heri)




Tinggalkan Balasan