Dugaan Kasus Korupsi Honor Pendamping di Bapemaspemdesa Rp 1,8 Miliar Tinggal Tunggu Sidang

SOROTKASUSNEWS.NET-Masyarakat Kabupaten Inhu, Riau mulai bertanya-tanya tentang beberapa kasus dugaan korupsi yang terjadi dilingkungan Pemkab Inhu yang hingga kini belum terungkap siapa pelaku atau tersangkanya sekalipun kasus tersebut sudah ditangani oleh penegak hukum.

Seperti dugaan kasus korupsi honor pendamping desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (Bapemaspemdes) yang menelan lebih kurang Rp 1,8 Miliar hingga kini belum diketahui siapa yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi tersebut.

” Kasus korupsi honor pendamping desa sebanyak 30 orang sejak tahun 2013-2014, masing-masing tenaga honorer menerima Rp 18 juta per tahun, Namun tidak diserahkan dengan total lebih kurang Rp 1,8 Miliar dua tahun berturut-turut, Dan kasus dugaan korupsi ini sudah ditangani oleh Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Indragiri Hulu”,terang M Junaidi SSos.MSi wakil LSM Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GPAK) Inhu.

Informasi terakhir dibulan Desember tahun 2017 sejumlah saksi atas dugaan korupsi uang honorer tenaga pendamping desa di Bapemaspemdes Inhu sudah dimintai keterangan oleh penyidik Tipikor Polres Inhu.

Diantaranya yang sudah di periksa adalah Drs Suratman yang menjabat kepala Bapemaspemdes, Bendahara pengeluaran Syaiful Anwar dan Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan ,Bariono SSos.

“Dalam kasus dugaan korupsi uang honorer jelas kerugian negaranya, Namun anehnya hingga kini belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Tipikor Polres Inhu ada apa,”tanya M Junaidi SSos MSi penuh keheranan.

Sambung, M Junaidi SSos MSi, Jujur aja dalam penanganan kasus korupsi di Inhu cukup aneh, Apa tidak, untuk satu kasus korupsi saja harus bertahun-tahun penanganan nya, Contoh seperti kasus dugaan korupsi di Bapemaspemdes, Dari tahun 2014 hingga tahun 2019 lebih kurang 5 tahun belum juga P21, Jangankan P21 penetapan tersangka aja hingga kini belum, Apa itu tidak aneh”,kata M Junaidi SSos.MSi.

Sementara itu, Kapolres Inhu AKBP Damis Ginting melalui Kanit Tipikor Polres Inhu Aiptu Didik saat dikonfirmasi melalui seluler mengatakan,” Kasus dugaan korupsi di Bapemaspemdes Inhu sudah P21, Insya Allah minggu kedua habis lebaran perkara ini akan di sidangkan di pengadilan tipikor Pekanbaru.

Untuk lebih jelas kapan akan disidangkan coba tanya langsung pada Kasi Pidsus Kejari Inhu, karena beliau yang menjadwalkan kapan sidang perkara dugaan korupsi di Bapemaspemdes.(Heri)




Tinggalkan Balasan