Awal Jadi Pembantu Rumah YS Jadi Kulir Narkoba, Bos BRK Disebut-sebut Dalam Sidang Perdana

SOROTKASUSNEWS.NET-Sidang perdana kulir narkoba inisial YS (28) di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Rengat Kabupaten Inhu, Riau, dengan hakim ketua Darma Indo Damanik.SH. dan anggota Omori Sitorus.SH, Immanuel Sirait.SH, Kamis (13/6/2019).

Keterangan YS dalam persidangan bahwa sebelum menjadi kulir ia awalnya adalah pembantu rumah di istri kelima bandar narkoba inisial BRK warga desa Rimpian Kecamatan Lubuk Batu Jaya.

Awalnya saya pembantu rumah tangga istri kelima BRK. Sekitar 2 bulan BRK bersama istrinya menyuruh saya pakai shabu.
“Kamukan kerjanya nyuci, biar kamu tidak merasa capek, coba kamu pakai ini, (Shabu,red),” kata YS menirukan kata-kata BRK didepan majelis hakim.

“Lalu saya coba, memang setelah saya memakai shabu, pertama badan mau nya bergerak terus dan mata tidak terasa ngantuk”, ungkap YS

Sekitar lebih kurang empat bulan saya berkerja menjadi pembantu dirumah istri kelimanya, lalu BRK menyuruh saya mengambil shabu ke Abang (nama orang,red) warga kerinci Kabupaten Pelalawan dengan upah sebesar 3 juta.

Ditanya masjelis hakim, Apa pekerjaan BRK dan berapa istrinya, Jawab YS, Sehari-hari BRK kerjanya jual shabu, Istrinya ada 6 orang, dari 6 orang hanya 1 yang tidak makai shabu, selain nya itu pemakai shabu semua. Istri sah nya hanya satu yang lain nikah siri.

Sudah berapa kali kamu ambil shabu,tanya anggota hakim, Baru dua kali saya ambil shabu dari Abang (Nama orang,red) dari pangkalan kerinci.pak, Yang pertama lolos dan yang kedua ditangkap polisi. Saat ditangkap shabu itu mau saya antarkan kerumah istri BRK yang ke 6 sesuai perintah BRK kepada saya melalui telpon.

“Uang 25 juta hasil dari penjualan shabu atau untuk bayar shabu ke Abang dan uang 2,8 juta itu uang siapa. tanya anggota hakim Omori Sitorus.SH lagi, Jawab terdakwa YS, uang 25 juta itu untuk bayar shabu, itu uang dari BRK. sedangkan uang yang 2.8 juta adalah uang saya dari upah jemput shabu,”jelas YS.

” Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siti Rahayu SH mengatakan,”Sesuai dalam BAP, Bos YS inisial BRK disetatuskan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sebagaimana di ketahui, Berkat bantuan informasi dari masyarakat, YS berhasil diamankan petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Sat ResNarkoba) Polres Indragiri Hulu (Inhu). Pelaku langsung diringkus saat sedang melakukan transaksi narkotika jenis Sabu,” kata Kapolres Inhi, Dasmin Ginting melalui Kasat Narkoba AKP Zainal Arifin SH MH saat dikonfirmasi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan amplop warna putih di dalam tas YS. Saat amplop di buka terdapat delapan bungkus sabu yang diakui YS meliknya sendiri. “YS ditangkap sekira pukul 18:30 WIB bersama barang bukti langsung diamankan di Polres Inhu untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Selain tersangka dan delapan bungkus narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 40,20 gram, barang bukti lainnya yang diamankan adalah dua unit handphone merek Samsung, Nokia, dan timbangan, satu lembar amplop, tas serta uang senilai Rp 2,8 juta diduga hasil transaksi sabu-sabu. (Heri)




Tinggalkan Balasan