Diduga Ada Permainan, Masyarakat Anti Money Politik Demo Gakkumdu Inhu

SOROTKASUSNEWS.NET-Dalam rangka menyampaikan aspirasi masyarakat, Aliansi Masyarakat Anti Money Politik (Sikat Monli) Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, adakan unjuk rasa atau demonstrasi (Demo) di depan Polres Inhu dan Kejaksaan Indragiri Hulu, tanggal 17 Juni 2019

Unjuk rasa tersebut berdasarkan surat pemberitahuan unjuk rasa ke 2 dengan 07-A/SIKATMONLI/06/2019,yang di ajukan pada tanggal 13 Juni 2019 atas kasus money politik diduga kuat melibatkan caleg partai Gerindra Nomor urut 4 atas nama HadiTriyas Prananda pada pemilu 2019

Setelah melakukan unjuk rasa di depan polres inhu sekitar pukul 9 Pagi,Unjuk rasa Sikat Monli lanjut kembali berorasi di depan kejaksaan Indragiri hulu sekitar pukul 10:30 Wib,pihak kejaksaan menyambut baik kedatang para orasi dalam rangka menyampaikan aspirasinya

Dalam orasinya pada unjuk rasa ketua Kordinator Andi Irawan, meminta ke pihak kejaksaan agar mengusut tuntas tindak pidana pemilu maney politik terhadap terlapor Tobrani dan HadiTriyas Prananda

“Usut tuntas kasus tersebut,jika di lihat dari kasus pelanggaran tindak pidana pemilu tahun 2019,pada kasus di partai lain seperti di Partai PPP bisa di usut tuntas dan menetapkan 5 tersangka namun yang terjadi di kasus pada maney politik terlapor Tobrani dan HadiTriyas Prananda,hanya satu yang di tetapkan tersangka yaitu Tobrani,maka dari itu kita orasi tersebut mempertanyakan perkembangan kasus maney politik ke kejaksaan yang sudah di limpahkan oleh pihak penyidik polres Inhu,jangan korbankan rakyat jelata sebagai tersangka,”Kata Andi Irawan

Ditambahkan lagi Misriono,pada orasi unjuk rasa dan selaku Pelapor pada kasus dugaan Mony politik pada partai Gerindra terlapor Tobrani dan Hadi Triyas Prananda,yang di laporkan pada tanggal 22 April 2019 dan di registrasi oleh Bawaslu Inhu 23 April 2019

Namun di sini setelah Bawaslu Inhu menindak lanjuti dan memeriksa laporan tersebut akhirnya Bawaslu Inhu meneruskan kasus tersebut ke pihak Polres Inhu dengan nomor registrasi 004/LP/PL/04/05/IV/Kab/2019,tanggal 15 Mei 2019

Selanjutnya,Ketua Bawaslu Inhu Dedy Risanto,melaporkan kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu money politik ke polres Inhu dengan nomor polisi nomor polisi LP/63/V/2019/RES INHU tanggal 18 Mei 2019

Akhirnya, setelah pihak polres Inhu melakukan penyidikan lebih dalam dan memanggil beberapa saksi,polres Inhu menetapkan satu tersangka dan melimpahkan berkas pertama ke pihak kejaksaan negeri kabupaten Indragiri hulu untuk di teliti

“Maka dari itu tujuan kita unjuk rasa ini untuk mempertanyakan kasus dugaan pelanggaran pemilu,karena dirinya melaporkan ke pihak Bawaslu dua nama terlapor,kok sesampai di penyidik atas nama Hadi Triyas Prananda ,nama tersebut seakan tidak terindikasi,seolah-olah ada permainan dalam penindakan kasus tersebut,”Kata Misriono

Adapun sepanduk maupun bentuk aspirasi yang tertuang dalam tulisan Karin maupun sepanduk bertulisan”Tangkap dan penjarakan Caleg money politik dan hukum harus adil dan jangan memihak orang kaya mengorbankan orang miskin”

Disisi lain pihak kejaksaan melalui kasi Intel Bambang Saputra,mengatakan dalam penyampaian jawaban aspirasi tersebut,bahwa Berkas sudah masuk atas nama Tobrani,berkas masih tahap pengembalian kepada penyidik polres Inhu,dalam arti kata ini sudah di bahas di sentra gakumdu SG1,SG dan SG3 sampai tahap penyidikan yang melibatkan Bawaslu,Polisi dan kejaksaan

Ditambah lagi Bambang,hari ini atau hari Kamis berkas akan di kembalikan ke pihak penyidik polres Inhu,Semua ini dalam pengembalian disini tidak merubah hasil materi perkara namun melengkapi dan Pihak kejaksaan negeri kabupaten Inhu akan Menindak secara profesional kasus dugaan pelanggaran pemilu tersebut

“Berkas sudah di berikan ke polisi ke kami,namun disini kita kembalikan dengan alasan melengkapi,sedangkan untuk meneliti berkas waktunya singkat hanya 3 hari,jadi kalau sudah benar benar lengkap baru kita terima kembali,apakah layak tau tidak di persidangan,”Ungkap Kasi Intel kejaksaan Bambang Saputra,SH,MH.

Menyikapi hal ini, akvitis LSM TOPAN RI, Jumadi yang juga hadir dalam unjuk rasa mengatakan,” Kasus money politik caleg Gerindara atas nama HadiTriyas Prananda diduga ada permainan antra caleg dengan pihak-pihak terkait maka dalam kasus money politik ini Gakkumdu hanya tetapkan satu tersangka.

Dalam penanganan money politik Gakkumdu Inhu cukup aneh, dalam pelembungan suara partai PPP Gakkumdu dapat tetapkan 5 tersangka, sementara dalam kasus money politik Gakkumdu hanya tetapkan 1 tersangaka, apa ini tidak aneh,”tanya Jumadi.

Kuat dugaan Gakkumdu Inhu dalam menangani kasus money politik caleg Gerindra nomor urut 4 atas nama Hadi Triya Pradana sudah masuk angin duluan.(Heri)




Tinggalkan Balasan