Kejari Inhu Diminta Tindaklanjuti Dugaan Pungli Prona Desa Pasir Ringgit

SOROTKASUSNEWS.NET-Badan Pertanahan Negera (BPN) Kabupaten Inhu, Riau tahun 2016 melaksanakan program Nasional (Prona).
Salah satunya yang mendapat program Prona adalah Desa Pasir Ringgit Kecamatan Lirik, Namun sayang program Prona gratis tersebut diduga dimanfaatkan oleh kades dan koroninya untuk ajang pungli.

Dari sumber Sorotkasusnews.net yang dapat dipercaya, Tahun 2016 Desa Pasir Ringgit mendapat sebanyak 55 persil Prona dan bagi masyarakat yang mengikuti program pemerintah tersebut dipungut biaya sebesar Rp 1,5 juta per persil.

Akibatnya, masyarakat Desa Pasir Ringgit sendiri tidak mendapatkan sertifikat prona karena biaya untuk pengurusan sertifikat sangat mahal.

” Sementara Kepala Desa Pasir Ringgit Sumarji melalui Kasi Pembangunan,Sefrianus dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, Desa Pasir Ringgit mendapat jatah pembuatan sertifikat prona dari BPN Inhu sebanyak 55 persil sertifikat.

Kepada yang mengurus dikenakan biaya sebesar Rp 1,5 juta per sertifikat. Semua biaya pembuatan sertifikat Prona diberikan kepada Kades Sumarji sebanyak 55 persil, lunas.

Terpisah akvitis LSM TOPAN RI ( Versi Budiman – Munas Cilegon), Jumadi mengatakan,
” Seingat saya kasus dugaan Pungli Prona Desa Pasir Ringgit ini sudah ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu dalam pulbaket.

Kita berharap Kejari kembali menindaklanjuti kasus dugaan pungli Prona, Kalau kasus prona di Desa Pasir Ringgit ini tidak dapat dilanjutkan kita berharap Kejari dapat memberikan penjelasan kepada publik.(Iin)




Tinggalkan Balasan