Berikan Tuntutan Ringan Terhadap 5 Terdakwa Pengelembungan Suara Pemilu 2019, Jam Was Diminta Periksa Tim Penuntut/JPU

SOROTKASUSNEWS.NET-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Team Operasional Penyelamat Asset Negara (TOPAN) RI (Versi Budiman-Munas Cilegon) meminta Jaksa Agung Muda Pengawas (JamWas) Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memeriksa tim penuntut Kejaksan Negeri (Kejari) Kabupaten Inhu, Riau. Terkait kasus pengelembungan suara pemilu 2019.

Kuat dugaan dalam kasus pengelembungan suara pemilu 2019 sudah “Masuk Angin” atau sudah kongkalikong, untuk itu atas nama masyarakat dan lembaga kita meminta Jam Was memeriksa tim penuntut atau Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang pegang perkara tersebut.

Pasalnya, tuntutan yang dibaca oleh JPU dalam persidangan pada hari Jumat kemarin tanggal 28 Juni 2019 tidak berdasarkan pasal 532 UU Nomor 7 Tahun 2017 yang dikenakkan atau dilanggar terhadap kelima terdakwa.

Dalam pembacaan tuntutan kelima terdakwa pengelembungan suara dikenakkan pasal 532 UU Nomor 7 Tahun 2017, dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

“Namun JPU hanya memberikan tuntutan 2 hingga 5 bulan dengan denda 8 hingga 16 juta dengan subsider 1 hingga 2 bulan sebagaimana tuntutan yang dibacakan oleh JPU, Jimmy Manurung SH, Febri Edin Simamora SH dan Edwin Vidi Siahaan”,papar Jumadi akvitis LSM TOPAN RI Versi Budiman – Munas Cilegon, yang selalu hadir setiap kali sidang pidana pemilu di Pengadilan Negeri (PN) Rengat.

Sedangkan dalam pasal 532 disebutkan, Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang Pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan Peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan suara Peserta Pemilu menjadi berkurang dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan-denda paling banyak Rp 48.000.000,00,

“Lalu ada apa ini..!! Kelima terdakwa hanya dituntut 2 hingga 5 bulan, Atas dasar ini kita meminta Jam Was untuk memeriksa tim penuntut atau JPU yang pegang perkara pengelembungan suara pemilu 2019 yang terjadi pada caleg PPP dapil 1 Inhu”, ungkap Jumadi.(HR)




Tinggalkan Balasan