Diduga JPU Perlihatkan BB Vidio “Bodong” Dalam Kasus Money Politik Inhu

SOROTKASUSNEWS.NET-Barang Bukti (BB) yang di pelihatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan perkara kasus money politik pemilu 2019 disebut warga” Bodong” Pasalnya JPU tidak dapat menghadirkan orang-orang yang ada di dalam video tersebut.

Dalam fakta persidangan JPU tidak dapat menghadirkan dua orang yang ada dalam video tersebut. Bahwa kasus itu berdasarkan peristiwa yang ada pada vidio rekaman, Yangmana video rekaman itu diambil pada tanggal 16 April 2019. Dalam prestiwa itu ada tiga orang, terdakwa Tabroni, Abdulah dan Tari Azis.

“Ternyata dalam persidangan JPU tidak dapat menghadirkan Abdulah dan Tari Azis, Abdulah mengundurkan diri sebagai saksi karena ada hubungan keluarga dengan terdakwa Tabroni. Sementara Tari Azis tidak dapat dihadirkan dalam persidangan”,terang Roni akvitis LSM TOPAN RI (Versi Budiman – Munas Cilegon) yang selalu hadir setiap kali sidang pidana pemilu di Pengadilan Negeri (PN) Rengat.

Sehingga tidak ada saksi yang bisa menjelaskan apa pembicaraan malam itu (Dalam Video,red) ketika terdakwa Tabroni memberikan uang itu kepada Abdulah.

“Kita menyimpulkan bahwa BB vidio yang diperlihatkan oleh JPU itu “Bodong” Kalau vidio itu tidak “Bodong” JPU harus bisa menghadirka Tari Azis dalam persidangan agar masyarakat tidak gagal paham”,sambung Roni.

Dari keterangan terdakwa Tabroni, Dalam peristiwa itu bukan terdakwa Tabroni yang datang kerumah Abdulah, tapi justru Abdulah dan Tari Azis yang datang kerumah terdakwa Tabroni meminta uang. Dan uang tersebut tidak untuk memilih salah satu caleg sebagimana yang dituduhkan pelapor Misriono caleg dari Partai Garuda dengan nomor urut 9 dapil lV.

Terdakwa Tabroni memberikan uang tersebut untuk melihatkan saksi-saksi di TPS dan bukan untuk memilih salah satu caleg, itulah keterangan terdakwa dalam persidangan.

Selain itu juga terungkap dalam persidangan pelapor Misriono membagi-bagikan uang Rp 50 ribu dan kain sarung untuk masyarakat, Dan kenapa ini tidak ditindaklanjuti oleh Gakkumdu Inhu.

“Bahkan dari keterangan saksi H Basran, dan Abdul Kodir, Video itu digunakan oleh Misriono untuk motif pemerasan terhadap H Basran. Karena tidak diberi uang oleh H Basran lalu caleg Garuda Misriono melaporkan hal tersebut ke Bawaslu Inhu dengan dugaan money politik”,kata Roni.

Selain BB video “Bodong” dalam kasus money politik ada BB berupa uang sebesar Rp 100 ribu dan itu pun tidak dapat dijadikan BB, Karena nomor seri BB uang dengan nomor seri uang awal berbeda, Artinya BB yang di perlihatan JPU tidak dapat menjadi acuan dalam persidangan.

Harapan kita, Majelis Hakim dalam mengambil keputusan atas kasus money politik nantinya berdasarkan fakta-fakta persidangan agar masyarakat yang menyaksikan tidak gagal paham.

Sidang perkara money politik pemilu 2019 langsung dipimpin ketua majelis hakim, Darma Indo Damanik.SH.MKn,
Debora Manullang.SH.MH dan Immanuel Sirait.SH.MH diruang sidang Cakra PN Rengat.(HR)




Tinggalkan Balasan