Terkait Proyek Jalan Di Desa Kota Lama. Bina Marga Dinas PUPR Inhu Sampaikan Alasan Clasik

SOROTKASUSNEWS.NET – Informasi keterbukaan dan transparansi tentang pelaksanaan kegiatan infrastruktur yang menggunakan anggaran APBD atau APBN di Kabupaten Inhu, Riau masih minim. Hal ini di buktikan dengan berbagai kegiatan yang sedang terlaksana di Inhu.

Kadis Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Inhu, Boby Maliyantino melalui Kabid Bina Marga Suheri mengatakan,” Peningkatan jalan yang menujuh ke Danau Menduyan Desa Kota Lama sepanjang lebih kurang sepanjang 7 meter itu nantinya akan di aspal. Nilai proyek lebih kurang sebesar Rp 2,3 Miliar.

“Terkait plang proyek belum di pasang sudah saya intruksikan kepada PPK nya untuk memberitahu rekanan kontraktor untuk memasang”,ujar Suheri

” Mengenai perusahaan pelaksananya saya kurang begitu memahami ,PT apa yang melaksanakannya, kalau ingin tahu persis saya harus buka data dulu, Tapi yang jelas kontraktor pelaksananya adalah pak Topo, Untuk lebih jelas coba tanya sama PPK nya,”singkat Kabid Bina Marga, Suheri.

PPK Bina Marga Dinas PUPRI Inhu Nana mengatakan,Terkait belum di pasangnya plang proyek, Sudah kita tanyakan kepada kontraktornya kenapa plang proyek belum dipasang.

“Pada intinya bukan ada masalah apa-apa, menurut keterangan mereka mau dipasang tapi plang proyek terbawah oleh mobil operatur waktu saya konfirmasikan hal ini,”kata Nana.

Karena waktu SPJM papan nama adalah sarat utama, tidak ada niat apa pun, mungkin karena mereka sibuk maka terlambat untuk memasang papan nama.

“Keterlambatan pemasangan papan nama bukan ada niat mau membohongi pablik, itulah salah satu kesalahan mereka, papan itu terbawah oleh mobil operator,”jelas Nana.

” Sementara itu, Jumadi akvitis LSM TOPAN RI (Versi Budiman – Munas Cilegon) mengatakan,” Kalau sudah naik berita seribu alasan mereka sampaikan, coba kalau tidak naik dalam berita sampai selesai mungkin plang proyek atau papan nama tidak akan mereka pasang.

“Kalau mereka kerjakan secara jujur dan baik-baik seharusnya terlebih dahulu mereka memasang itu plang proyek, dan alasan plang proyek terbawah kemobil operatur itu bukan alasan yang tepat, karena proyek itu sudah dikerjakan lebih kurang 1 minggu, masa iya mobil yang membahwa plang proyek tidak ada kelokasi lagi, sedangkan itu mobil operator. jelas operator kerja setiap hari.”terang Jumadi.

Harapan kita BPK, BPKP, Jaksa, Tipikor dan Inspektorat dapat mengawasi nya, Disinyalir kuat proyek peningkatan jalan arah ke Danau Menduyan Desa Kota Lama hendak dijadikan ajang korupsi seperti proyek-proyek lainnya, Contoh seperti pembangunan Gedung Poktan di BP4KKP, sekolah SDN 25 dan SDN 18 dan Gapura masuk kota Rengat**HR




Tinggalkan Balasan