Kejatisu Diminta Periksa Kades Sei Nadoras Kab. Asahan, Dana BUMDES Dijadikan Ajang Memperkaya Diri

sorotkasusnews.net – Kisaran : Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Utara diminta tegas untuk mengusut adanya pengelolaan penyertaan modal desa ke Bumdes yang di kelola dengan tidak wajar.

Berdasarkan informasi yang di himpun dari narasumber berita www.sorotkasusnews.net dilapangan, bahwa telah terjadi penyimpangan penyertaan modal desa ke Bumdes di desa Aek Nadoras Kecamatan Mandoge Kabupaten Asahan.

Tahun anggaran 2015, penyertaan modal desa ke Bumdes di kucurkan sebesar Rp.40 juta pada tanggal 14 Januari 2016 yang diperuntukkan untuk unit usaha Lembaga keuangan mikro.

Tahun anggaran 2016, Pemerintah desa kembali mengucurkan penyertaan modal desa ke Bumdes sebesar Rp. 92.967.600 untuk tahap kedua pada tanggal 18 Agustus 2016.

Berdasarkan hasil pantauan tim awak media berita online sorot kasus news, bahwa terindikasi adanya penyalahgunaan pengelolaan anggaran yang tidak sesuai aturan, sehingga kuat dugaan bahwa anggaran tersebut di pergunakan secara pribadi oleh Kepala Desa Sei Nadoras.

Sumber informasi lain yang diterima bahwa Kepala Desa Sei Nadoras tidak dapat secara terbuka memberikan informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan anggaran kegiatan penyertaan modal desa ke Bumdes yang bersumber dari anggaran dana desa tahun anggaran 2015 dan tahun anggaran 2016.

Hal ini dapat dibuktikan bahwa masyarakat desa Sei Nadoras tidak mengetahui adanya unit usaha Bumdes yang dapat memberikan bantuan pinjaman modal usaha kepada masyarakat yang produktif, sehingga sangat minim sekali informasi yang didapat.

Kepala desa Sei Nadoras Khairul Sirait saat di konfirmasi melalui sambungan telepon seluler nya mengatakan, jika penyaluran penyertaan modal desa ke Bumdes terjadi penyimpangan dan memperkaya diri pribadi , beliau siap mempertanggung jawabkan semuanya.

“Jika saya salah, ya di periksa saja, kemana pun saya tidak akan gentar, apa lagi ada issue yang beredar uang nya dipakai untuk secara pribadi” tegas Khairul Sirait Selaku Kepala Desa Sei Nadoras.

Timbul kecurigaan yang kuat dengan adanya fungsi jabatan ganda di struktur organisasi Pemerintahan desa Sei Nadoras, Ketua Bumdes merangkap jabatan sebagai sekretaris desa, dan ini telah melanggar ketentuan tentang adanya rangkap jabatan di tubuh Pemerintahan.

Fakta lain yang berhasil dihimpun  adanya kelebihan jumlah anggaran selama dua tahun, mulai dari tahun 2015 sampai 2016.

Total penyaluran penyertaan modal desa ke Bumdes sebesar Rp. 132.967.600 dengan penggunaan rincian Rp. 76.426.600 untuk kegiatan unit lembaga keuangan mikro dan Rp.35.000.000 untuk pengembangan jaringan WiFi. Dengan total penggunaan anggaran sebesar Rp. 111.426.000.

Dari jumlah pengelolaan yang terjadi maka kelebihan anggaran sebesar Rp. 21.541.600. yang seluruh anggaran tersebut telah di transfer ke rekening bank BRI unit buntu pane dengan nomor rekening 5280-01-018191-53-7.

Pada tanggal 16 Februari 2019 kelebihan anggaran tersebut hanya bersisa Rp. 3.676.163 dari sebelumnya Rp.21.541.600, sehingga muncul dugaan uang tersebut telah digunakan sebanyak Rp. 17.865.437 untuk kepentingan pribadi, karena penggunaan nya tidak atas dasar persetujuan Bumdes.

Berdasarkan hasil informasi sumber berita dilapangan, bahwa telah terjadi kerugian negara atas penyalahgunaan pengelolaan anggaran sebesar Rp. Rp.52.865.437 yang dilakukan secara Masif Dan struktur oleh Kepala Desa Sei Nadoras..

Dari jumlah kerugian negara yang timbul dikarenakan adanya kelebihan penyaluran anggaran penyertaan modal desa yang di pergunakan secara pribadi di tambah pengembangan unit jaringan WiFi tanpa musyawarah terlebih dahulu, sehingga terindikasi adanya markup harga. (Boim/ Rd_999)




Tinggalkan Balasan