Inspektorat Diminta Untuk Tidak Main Mata Audit Dana Desa Lembah Dusun Gading dan Petalongan

SOROTKASUSNEWS.NET – Menyikapi turunnya tim Inspektorat ke Desa Lembah Dusun Gading dan Desa Petalongan Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Inhu, Riau beberapa pekan lalu mendapat apresiasi dari LSM TOPAN RI.

“Kita sangat mengapresiasi atas turunnya tim Inspektorat ke Desa Lembah Dusun Gading dan Desa Petalongan. Turunnya tim Inspektorat Inhu kedesa ini salah satu membuktikan bahwa mereka peduli dengan pengaduan atau laporan masyarakat dan patut diancungi jempol,”kata Roni akvitis LSM TOPAN RI (Versi Budiman-Munas Cilegon).

“Namun, kita berharap dengan turunnya tim Inspektorat ini tidak ada main mata dengan oknum kades atau oknum-oknum lainnya untuk menutupi hasil audit maupun lainnya dan jangan terjadi kongkalingkong”,ungkap Roni

“Karena, diduga banyak sudah kasus dugaan korupsi di Desa yang dikaporkan atau dipublikasikan hanya sebatas pengembalian uang dan belum ada yang sampai kerana hukum”,tambah Roni

“Harapan kita selaku masyarakat, Inspektorat harus berani dan tegas terhadap penyalagunaan uang negara,”sambung Roni.

“Dari hasil investigasi kami, memang ada kejanggalan-kejanggalan dalam kegiatan pembangunan lapangan bola volyy di Desa Lembah Dusun Gading dan kejanggalan juga ditemukan dikegiatan semenisasi pembuatan sumur cincin di Desa Petalongan”,jelas Roni

“Dengan sudah turunnya tim, masyarakat juga berharap adanya keterbukakan Inspektorat untuk menyampaikan kepublik.”singkat Roni.

Sebelumnya, LSM Pemantau Korupsi Kolusi dan Nepotisme (PKKN) Kabupaten Indragiri Hulu, Riau tunjukkan keseriusannya turun langsung ke lapangan guna mengecek sekaligus pulbaket terhadap bangunan lapangan bola volly yang dibangun pemerintahan Desa Lembah Dusun Gading Kecamatan Pasir Penyu tahun 2018 dan 2019.

“Ya, sudah saya cek langsung bangunannya. Banyak hal yang patut dicurigai terhadap pengalokasian anggaran yang dipergunakan hingga mencapai Rp 165 Juta, “kata Berlin Manurung.

Berlin M mengatakan, setelah saya ukur, ternyata tidak sesuai volume yang tercamtum pada papan proyek maupun pada tulisan nisan. Pada kenyataannya, volume bangunan lapangan bola volly tersebut hanya berukuran 22.5 x 12.5 x 0.15 Meter.

Sementara, volume yang tercamtum adalah 25 x 15 x 0.15 Meter. Menghabiskan anggaran Dana Desa (DD) APBN 2018 sebesar Rp 90.620.000 dan DD APBN 2019 sebesar Rp 74.739.400. Berarti, bangunan tersebut menelan anggaran hingga Rp 165 Juta lebih. Dari situ saja sudah kelihatan mark up nya.

Termasuk tempat pembelian material di Toko Sumber Riau Air Molek berupa pipa calvanis, kawat harmonika, besi dan lampu sorot sudah saya ketahui harganya.

Dalam hal ini, sebut Berlin, saya menduga pembangunan lapangan bola volly tersebut terindikasi mark up. Setelah saya hitung berdasarkan pakta dan sejumlah keterangan ternyata berbanding terbalik dengan jumlah anggaran yang terpakai.

“Hitungan sementara biaya untuk bangunan tersebut cukup hanya Rp 83.126.000. Dalam hal ini, ada selisih anggaran yang dianggarkan pihak desa berkisar Rp 82.233.400. Berarti bangunan lapangan bola volly diduga ada unsur kesengajaan dari Kades itu sendiri untuk mencari keuntungan. Secepatnya LSM PKKN Kab. Inhu membuat laporan dugaan korupsi ke penegak hukum, “pungkasnya.(HR)




Tinggalkan Balasan