Gara-gara Cabuli Pacarnya Di bawah Umur,Pemuda Lajang ini Di ringkus Polisi

SOROTKASUSNEWS.NET-Kasus pencabulan anak kerap kali terjadi dan hal ini sekaligus menjadi cambuk bagi semua orang tua untuk lebih waspada dan control kepada anaknya terutama anak perempuan.

Kali ini kasus pencabulan terjadi di wilkum Polsek Tenayan. Pelaku, Riski Ramadhan ALS Ki Bin Bujang (20) warga jalan Pesantren Kec. Tenayan Raya,Jumat (20/09/19) sekira pukul 15.30 wib di ringkus tim opsnal Polsek Tenayan. Bujang di tangkap karena melakukan tindak Pidana persetubuhan atau pencabulan terhadap Mawar (16) seorang pelajar, warga Jalan Hangtuah Kec. Tenayan Raya Kota Pekanbaru.

Kapolsek Tenayan Raya,Kompol M.Hanafi menjelaskan kronologis Kejadiannta bahwa pada hari Jumat tanggal 20 september 2019 sekitar jam 17.00 wib Mawar pergi dari rumah tanpa ada pamitan.Kemudian orang tua Mawar mencari korban ditempat biasa dia pergi dan ketempat kawannya namun tidak menemukan keberadaan korban.

“Kemudian pada hari Senin ,tanggal 23 September 2019 sekira pukul 12.00 Wib kemudian korban dibawa oleh pelaku.Namun orang tua korban merasa curiga dengan perilaku Mawar yang tidak seperti biasanya.Akhirnya dengan rasa curiga dan geram,Orang tua korban membawa Mawar dan Riski ke polsek Tenayan Raya utk diusut lebih lanjut”,terang Kompol Hanafi

“Setelah di lakukan pemeriksaan dan introgasi oleh tim Reskrim terhadap korban akhirnya korban Mawar mengakui bahwa Ia pernah dicabuli sebanyak 3 (tiga) kali oleh Bujang.”,tambah Kapolsek

” Selanjutnta,atas dasar pengakuan Mawar dan Laporan Polisi maka tim opsnal polsek melakukan penangkapan terhadap pelaku Riski di kediamannya.Riski di tangkap tanpa ada perlawanan”,imbuh Hanafi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Pelaku .Riski mengakui melakukan perbuatan cabul sebanyak 2 (dua) kali, pelaku juga mengakui melakukan semua apa yg disampaikan korban Mawar kepada penyidik,”ungkap Hanafi

” Tindakan Riski sudah memenuhi unsur tindak pidana.Pasal yg disangkakan adalah Pasal 76 D atau Pasal 76 E. UU no 35 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak.
Terhadap korban juga telah dilakukan Visum di rumah sakit Bhayangkara. Pelaku dan BB sudah kita amankan”,tutup Hanafi.(Liza).




Tinggalkan Balasan