Distanbunakan Inhu Taja Bimbingan Teknis Pengelolahan Pakan

SOROTKASUSNEWS.NET – Dinas Pertanian Perkebuanan dan Perternakan (Distanbunakan) Kabupaten Inhu dan Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau taja bimbingan teknis pengolahan pakan dalam rangka kemandirian mendukung Upsus Siwab kepada kelompok ternak di Kabupaten Inhu.

Kepala Dinas Pertanian perkebunan dan peternakan (Kadistanbunakan) Pemkab Inhu, Paino mengatakan,” Bimbingan teknis pengolahan pakan dalam rangka kemandirian mendukung Upsus Siwab di Kabupaten Inhu dilaksanakan diaula pertemuan kelompok Bahagia Kecamatan Lubuk Batu Jaya, hari ini Senin (30/9/2019)

Bimbingan teknis pengolahan pakan bersama Dinas peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Riau mengadakan bimtek pengolahan pakan ternak kepada kelompok ternak yang ada di wilayah Kabupaten Inhu

Acara ini digagas oleh kementerian pertanian direktorat pakan dalam rangka menyalurkan bantuan fasilitas pengolahan pakan ternak dengan difasilitasi Dinas pertanian dan perikanan Kab.Inhu yang dihadiri oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai kelompok ternak di kecamatan Lubuk batu jaya.”papar Paino.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 30 September sampai tanggal 1 oktober 2019. Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kementerian pertanian, Dinas Peternakan dan kesehatan hewan provinsi Riau, BPTP Riau, Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. inhu dan dari kalangan akademisi (UIN SUSQA),”jelasnya.

Selain kegiatan bimbingan teknis pengolahan pakan,” Kadistanbunakan Inhu, Paino juga menjelaskan program asuransi usaha tani padi (AUTP) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) adalah solusi gagal panen.

Dia katakan, Kepada setiap petani yang gagal panen diberi garansi oleh AUTP sebesar Rp 6 juta. Pentingnya ikut program AUTP dikarenakan usaha sektor pertanian khususnya usaha tani padi yang kerap dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi.

“Antara lain, gagal panen yang diakibatkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan dan serangan hama. Hanya program AUTP yang bisa menjamin bisa klaim asuransi.

Setakat ini, kata Paino, petani yang kurang beruntung akibat gagal panen sudah bisa mendaftarkan diri untuk klaim asuransi gagal panen sebesar Rp 6 juta per musim tanam.

Sedangkan untuk menjadi anggota AUTP, setiap petani hanya perlu membayar Rp 36.000 per musim tanam. Setelah memproses gagal panen petani dari seluruh kecamatan se Kabupaten Inhu bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), garansi gagal panen dari asuransi AUTP bisa di klaim.

“Asuransi klaim gagal panen dapat dicairkan apabila terjadi bencana kekeringan, banjir dan seterusnya. Besaran klaim akan bayarkan langsung fihak PT Jasindo,” sambugnya.

Sehemat Kadistanbunakan, sebahagian besar petani padi sawah di Inhu berada di Daerah Aliran Sungai ( DAS) dan berpotensi sering terjadinya banjir yang mengakibatkan petani padi sawah mengalami kerugian atau gagal panen.

Untungnya terobosan AUTP dapat membantu meringankan kerugian petani bahkan memotivasi petani padi sawah tetap semangat untuk bercocok tanam padi sawah.

“Mudah-mudahan tahun depan seluruh petani di Inhu sudah ikut program asuransi dan menjadi motivasi untuk meningkatkan niat menanam padi P200 guna terwujudnya swasemda beras di Inhu,” harapnya,**HR




Tinggalkan Balasan